PERKARANGAN itu tak lebih luas dari 6X6 meter. Namun belasan pohon Tin tumbuh subur di sana. Pohon yang disebut dalam Alquran ini tumbuh subur di antara sayur mayur dan tanaman unik lainnya.
Buahnya lebat dan ranum. Pemandangan ini menarik perhatian warga yang melintas, termasuk atjehwatch.com, yang berkunjung ke lokasi, Sabtu siang 8 Februari 2020.
Pemiliknya adalah Anhar Sawang, salah seorang jurnalis televisi, yang terbilang senior, di Aceh. Ia menyulap kebun mini di depan rumahnya menjadi kebun Tin yang menarik perhatian warga di Lampaseh Aceh, tepatnya di samping rumah pribadi milik Walikota Banda Aceh Aminullah.
“Alhamdulillah, banyak warga yang tertarik dengan tumbuhan Tin sejak saya pindah ke sini. Mereka ingin belajar tentang Tin,” kata Anhar Sawang.
Menurutnya, tumbuhan Tin memiliki keunikan tersendiri. Pohon ini merupakan primadona serta memiliki banyak manfaat, baik daun maupun buahnya.
Tin juga merupakan tanaman yang disebut oleh Allah Swt sebagai buah syurga.
“Buah Tin itu rasanya ranum. Kalau mekar, ada rasa madu-nya. Dulu kita mendengar Tin itu terasa asing walaupun tertulis dalam Alquran, padahal tumbuhan ini bisa tumbuh subur di Aceh dan berbuah lebat,” ujarnya.
Anhar bercerita bahwa kegemarannya menanam Tin kini mendapatkan manfaat tersendiri bagi dirinya.
“Pohon Tin yang besar tadi, diminta sama warga sekitar Rp1,5 juta,” ujar ayah satu anak ini lagi.
Kedepan, ia berharap tak hanya menjadi pemasok tumbuhan Tin bagi warga yang berminat, tapi juga bisa mengolah buah syurga itu menjadi produk lain seperti minuman dan makanan.
“Bisa diolah menjadi jus Tin, kue dan lainnya. Karena memang pohon Tin kaya akan manfaat dan kegunaannya,” ujar Anhar.
Selain itu, di kebun kecil milik Anshar juga tumbuh sejumlah tumbuhan yang berkhasiat lainnya, seperti sayuran serta timun.
“Semuanya tumbuh organik,” kata pria asal Aceh Selatan ini lagi.










