Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Bahas Implementasi MoU, Wali Nanggroe Temui Langsung Presiden Jokowi

Admin1 by Admin1
13/02/2020
in Nanggroe
0
Bahas Implementasi MoU, Wali Nanggroe Temui Langsung Presiden Jokowi

Jakarta – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar mengadakan pertemuan khusus dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Kamis 13 Januari 2020 di Istana Negara, Jakarta.

Pada pertemuan yang berlangsung tertutup itu, Wali Nanggroe menyampaikan beberapa persoalan terkait belum terimplementasinya butir-butir perjanjian MoU Helsinki. “Beberapa hal dalam naskah perjanjian antara Pemerintah RI dengan GAM belum diselesaikan. Kita berharap persoalan itu segera dituntaskan,” kata Wali Nanggroe kepada Jokowi seperti yang disampaikan oleh Ketua DPRA H. Dahlan Jamaluddin yang ikut langsung dalam pertemuan tersebut.

Selain Dahlan, Wali Nanggroe juga didampingi sejumlah petinggi KPA yaitu, H. Muzakir Manaf atau Mualem, Darwis Jeunieb dan Aiyub Abbas yang juga Bupati Pidie Jaya, serta Staf Khusus Wali Nanggroe DR. Rafiq.

Sementara Presiden Jokowi didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan(KSP) Moeldoko dan Ketua Wantimpres, Wiranto.

“Perdamaian Aceh sudah berlalu 15 tahun, ada beberapa poin di MoU (Helsinki tahun 2005) yang belum selesai. Kami harap supaya pemerintah selesaikan semuanya supaya berjalan dengan baik,” kata Wali Nanggroe.

Beberapa poin MoU yang belum selesai kata Wali Nanggroe Misalnya soal bendera dan lambang, persoalan tapal batas Aceh, pertanahan, dan beberapa poin-poin lain sesuai yang tertera dalam perjanjian MoU Helsinki. “Ini harus diperhatikan bersama bagaimana untuk selesaikan semuanya,” kata Wali Nanggroe kepada Presiden Jokowi

“Masalah investasi juga. Karena kadang-kadang ada persepsi regulasi yang nggak sejalan dengan daerah dan pusat. Ini harus diselesaikan,” kata Wali Nanggroe.

Sementara itu Ketua KPA H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem juga menyampaikan beberapa hal terkait kondisi kekinian para mantan kombatan GAM kepada Presiden Jokowi. “Terkait masalah tanah yang dijanjikan pada mantan kombatan GAM, ini juga belum selesai,” kata Mualem.

Selain itu, Mualem juga menyampaikan terkait peningkatan kesejahteraan mantan kombatan GAM secara khusus dan kesejarahteraan ekonomi masyarakat Aceh secara umum.

“Saya selaku Ketua DPRA menyampaikan persoalan dinamika pemerintahan yang saat ini terjadi di Aceh,” kata Dahlan.

Dahlan menjelaskan, Presiden Jokowi mengaku akan memberikan jawaban dari hasil pertemuan tersebut dalam waktu tiga bulan ke depan. “Presiden memerintahkan KSP Moeldoko untuk mengkoordinasikan pertemuan-pertemuan selanjutnya, untuk membahas terkait implementasi MoU Helsinki dan pembangunan Aceh.”

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko pada kesempatan itu mengatakan, dalam tiga bulan ke depan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan tim Aceh untuk menemukan formula agar ada solusi terkait dengan harapan masyarakat Aceh.

Mewakili Presiden, Muldoko juga menanggapi terkait harapan pembangunan dan ekonomi Aceh yang belum signifikan dalam 15 tahun perjanjian damai antara RI dan GAM.

“Dalam 15 tahun ini, kan, pembangunan Aceh juga tidak signifikan, dan masyarakat Aceh merasakan kurang adanya perubahan. Untuk itu, kita akan koordinasi dengan tim yang ada di Aceh untuk membuat langkah-langkah,” kata Moeldoko.[]

Previous Post

Syech Fadhil Tegaskan Komitmen Soal Badan Pertanahan Aceh

Next Post

“Pak, Neupeugah Bak Ayah Adek Saket di Rumoh”

Next Post
“Pak, Neupeugah Bak Ayah Adek Saket di Rumoh”

“Pak, Neupeugah Bak Ayah Adek Saket di Rumoh”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026
Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

20/04/2026
Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

20/04/2026
Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

20/04/2026
Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

20/04/2026

Terpopuler

Bahas Implementasi MoU, Wali Nanggroe Temui Langsung Presiden Jokowi

Bahas Implementasi MoU, Wali Nanggroe Temui Langsung Presiden Jokowi

13/02/2020

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

Dari Kampus ke Tanah Suci: KNA Satukan Energi Besar Masyarakat Gayo di Banda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com