Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Kisah Nenek 70 Tahun Dedikasikan Hidupnya Lindungi Muslimah Australia

Admin1 by Admin1
24/02/2020
in Sosok
0

TIAP orang akan memiliki passion yang berbeda dan itu akan berdampak terhadap pekerjaan yang digeluti. Ada sebagian yang senang bekerja di kantor dengan upah besar, ada juga yang senang bekerja secara sukarela untuk orang lain. Salah satunya Abla Kadous, nenek berusia 70 tahun asal Mesir.

Melansir About Islam, Jumat (21/2/2020), Abla Kadous pindah ke Australia pada beberapa dekade lalu. Dia mendirikan layanan kesejahteraan pertama di negara tersebut untuk wanita muslimah, yaitu The Islamic Women’s Welfare Association (IWWA), organisasi non for profit di Lakemba.

Abla mengatakan kepada SBS News akan duduk bersama dan mendengarkan masalah dari seseorang yang datang dan tidak pernah menyuruh orang tersebut pergi.

“Jika ini masalah kecil seperti bukan pelecehan fisik, jika dia memiliki masalah dengan membesarkan anak-anak atau hanya sedikit perselisihan dengan suami, saya dapat membantu mereka di sini. Tetapi, jika (masalahnya) lebih besar dari itu, saya merujuk mereka ke layanan yang benar,”ujarnya.

IWWA bukanlah pekerjaan sukarela Abla yang pertama. Pada 1980-an, ia mulai menjadi relawan dengan sekelompok wanita untuk melindungi wanita lainnya yang melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga. Pada 1983, mereka mendirikan layanan kesejahteraan pertama di Australia khusus untuk wanita muslimah.

Kelompok tersebut akan menampung perempuan dan anak-anak di rumah mereka sendiri sampai akomodasi alternatif dapat ditemukan. Hal tersebut terjadi pada akhir pekan. Di sana menjadi tempat bagi perempuan yang tidak memiliki tempat lain untuk pergi. Lebih dari 35 tahun, the Muslim Women’s Association masih menyediakan berbagai layanan yang lebih luas.

Abla mengatakan bekerja seperti itu sudah menjadi bagian hidupnya. “Saya punya lima anak dan mereka semua berkata ‘ini anak keenammu,”ucapnya.

Abla menghabiskan waktu hampir tiap harinya di sana. Ia mengajukan diri selama 35 tahun bekerja untuk masyarakat dan 20 terakhir berada di asosiasi tersebut. Tempat tersebut terasa seperti rumah kedua untuknya.

Baru-baru ini Abla diakui berkat pekerjaan sukarelanya oleh New South Wales yang menamakannya 2019 Senior Volunteer of the Year.

Abla mengakui dirinya tidak bisa memastikan kapan ia akan mengakhiri pekerjaannya tersebut. Ia tetap ingin bekerja seperti itu sampai akhir hidupnya karena merasa sehat untuk melakukan itu serta Abla juga mendapat dukungan dari semua orang.

Menurut sensus Australia 2016, populasi umat Islam di Australia mencapai 604.200 orang atau 2,6% dari total populasi Australia. Jumlah tersebut meningkat 15% dari jumlah populasi sebelumnya sebesar 2,2% pada 5 tahun sebelumnya.

IWWA didirikan pada tahun 2000 untuk memenuhi kebutuhan agama dan sosial perempuan muslim yang tumbuh dan keluarga mereka dari berlatar belakang dari Sydney, Australia.

Saat ini, IWWA menjalankan program dan layanan terhadap sekitar 150 perempuan dan 300 anak setiap minggu. Beberapa kegiatan meliputi kelompok bermain, pembibitan, kelas pra kindy, program dan perkemahan remaja putri, sekolah akhir pekan bahasa arab di Wiley Park dan Birrong, serta hafalan Alquran dan Tajwid.

IWWA juga menyediakan layanan kesejahteraan dan rujukan untuk perempuan dan pengungsi, sesi informasi serta kegiatan sosial, dan kegiatan liburan yang menyenangkan.

Sumber: okezone.com

Tags: muslimah australia
Previous Post

5 Posisi Seks Ini Dijamin Bikin Sesi Bercinta ‘Tahan Lama’

Next Post

4 Masjid Megah di Turki, Nomor 2 Warisan UNESCO

Next Post

4 Masjid Megah di Turki, Nomor 2 Warisan UNESCO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

28/04/2026
Bupati Dorong Gampong di Pulo Aceh Lebih Aktif Usulkan Program untuk Warga

Bupati Dorong Gampong di Pulo Aceh Lebih Aktif Usulkan Program untuk Warga

28/04/2026
Pemkab Aceh Timur Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Informasi dan Dukung Program Pemda

Pemkab Aceh Timur Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Informasi dan Dukung Program Pemda

28/04/2026
HUT ke-27 Aceh Singkil, Wagub Aceh Tekankan Sinergi untuk Percepatan Pembangunan

HUT ke-27 Aceh Singkil, Wagub Aceh Tekankan Sinergi untuk Percepatan Pembangunan

28/04/2026
167 Peserta Ikuti Seleksi Kesehatan Paskibra Aceh Besar

167 Peserta Ikuti Seleksi Kesehatan Paskibra Aceh Besar

28/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Pesantren Al Zahrah Bireuen Siap Jadi Tuan Rumah LP3 se-Aceh dan Sumut

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com