Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

BKSDA Selamatkan Gajah Liar dari Jeratan di Bireuen

Admin1 by Admin1
25/02/2020
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Seekor gajah jantan liar berumur sekitar tujuh tahun terkena jerat selama tiga minggu di Bireuen, Aceh. Kaki gajah terluka sehingga harus dievakuasi dari lokasi.

“Berdasarkan informasi dan laporan dari masyarakat setempat, gajah tersebut sudah terjerat selama lebih 3 minggu,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto kepada wartawan, Senin (24/2/2020).

Menurut Agus, keberadaan gajah liar tersebut diketahui pada Minggu, 23 Februari, kemarin. Saat itu warga melaporkan adanya satwa berbelalai terkena jerat ke petugas Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan.

Laporan tersebut diteruskan ke BKSDA Aceh. Petugas gabungan dibantu tim medis meluncur ke lokasi di Desa Alue Leuhop, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, untuk melakukan penyelamatan.

“Hasil pemeriksaan tim medis di lokasi kejadian, gajah sumatera tersebut diperkirakan berumur lebih-kurang 7 tahun. Gajah terluka di bagian pergelangan kaki kanan depannya,” jelas Agus.

Agus menjelaskan jerat yang melukai gajah jenis seling. Maraknya pemasangan jerat di kawasan hutan, jelasnya, merupakan salah satu ancaman terbesar bagi keberlangsungan hidup satwa liar ini, khususnya gajah yang kerap menjadi korban.

“Sekarang gajah masih di dekat CRU DAS Peusangan. Rencana harus dievakuasi ke Saree Aceh Besar untuk pengobatan,” sebutnya.

Sumber: detik.com

Tags: bksdagajah liar
Previous Post

Ajaib, Bayi 17 Hari di China Disembuhkan dari Virus Corona

Next Post

Pria Tamiang Bacok Tetangga Gegara Ribut soal Parit

Next Post

Pria Tamiang Bacok Tetangga Gegara Ribut soal Parit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aceh Harus Menjadi Penerima Manfaat Utama Blok Andaman

Aceh Harus Menjadi Penerima Manfaat Utama Blok Andaman

17/06/2026
Dayah SIDIQ Haflah Takhrij, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Wisudawan Berilmu dan Berintegritas

Dayah SIDIQ Haflah Takhrij, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Wisudawan Berilmu dan Berintegritas

17/06/2026
Ardhiyanto Ujung: Aceh Singkil dan Subulussalam Sudah Layak Jadi Satu Dapil DPRA

Ardhiyanto Ujung: Aceh Singkil dan Subulussalam Sudah Layak Jadi Satu Dapil DPRA

17/06/2026
Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

17/06/2026
Bupati Aceh Tamiang Lepas 273 Petugas Sensus Ekonomi

Bupati Aceh Tamiang Lepas 273 Petugas Sensus Ekonomi

17/06/2026

Terpopuler

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

15/06/2026

BKSDA Selamatkan Gajah Liar dari Jeratan di Bireuen

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Besok, Ribuan Pelajar Ramaikan Pawai Syiar 1 Muharram 1448 Hijriah di Banda Aceh

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com