Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (45)

Admin1 by Admin1
11/03/2020
in Cerbung
0

SEPEKAN berada di rumah Ruslan membuat Sakdiah serba salah. Apalagi anaknya yang terkecil, Ibnu Hajar, selalu menjerit ketika melihat baju loreng milik Ruslan. Padahal, Ruslan sendiri memperlakukan mereka dengan sangat baik.

Tempat itu nyaman baginya dan budi, tapi tidak bagi Ibnu. Si Kecil bahkan sering bermimpi buruk ketika malam hari tiba.

Sakdiah akhirnya meminta izin pada Ruslan untuk pamit. Namun Ruslan sendiri menolak keinginan Sakdiah.

“Kakak bertahanlah beberapa hari lagi di sini hingga aku bisa menemukan rumah yang cocok untuk tinggal sementara,” kata Ruslan, Senin malam.

“Kakak tak perlu merasa bersalah atas sikap Si Kecil. Kami sudah terbiasa dengannya. Dia masih anak-anak, tak mengerti dengan kondisi yang sedang terjadi,” ujar Ruslan. Pria itu terlihat sangat dewasa dan peduli.

“Atau kakak bertahanlah hingga Bang Fiah datang menjemput. Atau hingga kita menemukan tempat tinggal yang cocok untuk kakak dan anak-anak,”  katanya lagi.

Apa yang disampaikan Ruslan memang masuk akal. Namun Sakdiah sendiri tak tahan dengan sikap anaknya yang begitu membenci baju loreng Ruslan.

Si Kecil juga sering bertengkar dengan anak Ruslan yang seumuran dengannya. Anaknya itu sering memanggil Ruslan dengan sebutan ‘Pai.’ Padahal mereka tinggal dan makan di rumah Ruslan.

“Pokoknya aku tak mengizinkan kakak keluar sebelum aku menemukan tempat yang baru layak untuk kakak tempati,” ujar Ruslan.

“Si Kecil dan Si Budi juga harus sekolah, kak. Tak mungkin kakak terus lari. Kasihan pendidikan anak-anak.”

Sakdiah terdiam dengan penjelasan Ruslan. Sosok itu sangat baik. Bahkan untuk dirinya yang menjadi istri musuh negara sekalipun.

“Aku orang Aceh kak. Demi tuhan, aku tak akan mengkhianati kakak dan anak-anak. Kakak dan keluarga aman di sini. Aku akan menjaga kakak dengan nyawaku sendiri,” kata Ruslan lagi.

Hati Sakdiah akhirnya luluh dengan kebaikan hati Ruslan. Ruslan pun kemudian menjauhkan semua artibut militer di rumahnya.

Baju militernya dimasukan dalam mobil dinas dan mobil tersebut kemudian dititipkan di rumah tetangga yang berada di persimpangan.

Ia lebih memilih jalan kaki sejauh 500 meter saat pulang atau hendak pergi dinas. Demikian juga dengan foto-fotonya di dinding yang terpasang rapi selama ini. Foto tersebut dikarduskan dan disimpan dalam kamar.

Beruntung Ruslan memiliki istri yang pengertian. Sosok itu tak kesal dengan keinginan Ruslan untuk membuat anak Sakdiah nyaman berada di rumahnya.

Istrinya juga yang mendampingi Sakdiah melalui hari-hari dengan canda dan tawa.

Namun takdir buruk menimpa Ruslan di pertengahan Juni atau 3 bulan usai Sakdiah datang ke rumah itu.

Ruslan ditembak orang tak dikenal saat hendak berdinas. Ia tewas di lokasi.

Istri Ruslan menjerit histeris saat mengetahui suaminya itu tewas. Namun sosok itu masih berbaik sangka kepada Sakdiah dan keluarga.

Ia meminta orang untuk mengantar Sakdiah keluar dari rumah sebelum rumahnya ramai dikunjungi tentara republic yang hendak takziah.

Sakdiah sendiri mengerti dengan kondisi yang menimpa keluarga itu. Ia merasa bersalah kepada Ruslan dan keluarga.

Sakdiah tak tahu siapa yang menjadi musuh dalam konflik Aceh. Suaminya yang bergerilya melawan republic atau justru sebaliknya. Konflik telah membuat kedua belah pihak terluka. Masyarakat, GAM dan tentara republic.

[Bersambung]

 

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Lebanon Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Corona

Next Post

PS Pidie Jaya Pilih 28 Pemain Untuk Ikut Liga 3 

Next Post
PS Pidie Jaya Pilih 28 Pemain Untuk Ikut Liga 3 

PS Pidie Jaya Pilih 28 Pemain Untuk Ikut Liga 3 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

11/08/2026
Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

11/08/2026
Krak, Polda Aceh Tangkap Keuchik Tersangka Peredaran Narkoba 50.000 Butir Pil Ekstasi

Polda Aceh Buru Pemasok Pil Etomidate ‘Zombie’ di Bireueen

11/08/2026
Akun TikTok Seret Nama Kapolsek Tangse, Propam Polda Aceh Turun Periksa

Akun TikTok Seret Nama Kapolsek Tangse, Propam Polda Aceh Turun Periksa

11/08/2026
Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi di Aceh Diperkuat

Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi di Aceh Diperkuat

11/08/2026

Terpopuler

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

10/08/2026

Wasiet (45)

Di Balik Semarak HUT RI ke-81 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

YEL Semarakkan Kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional dan Orangutan Sedunia di Abdya

Nurdiansyah Alasta Resmi Daftar Calon Ketua Demokrat Aceh, Berkas Diterima SC Musda

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com