Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (50)

Admin1 by Admin1
16/03/2020
in Cerbung
0
Wasiet (48)

Pedalaman Bener Meriah Awai 1998

TEUNGKU FIAH mengamuk. Ini baru kali pertama orang tua itu terlihat begitu marah. Sejumlah ilalang di depannya dibabat habis.

Kemarahannya mencapai ubun-ubun. Seakan ada bom yang meledak dalam tubuhnya. Hatinya hancur berkeping-keping.

Ia benar-benar terluka tatkala mengetahui anaknya yang kedua tewas di ujung senjata tentara republic. Ia ingin cepat-cepat kembali ke Nicah Awe untuk melihat pemakaman terakhir untuk anak itu.

Namun perintah komandan, ia tidak boleh turun gunung. Minimal hingga keadaan sedikit aman dan tenang. Sejumlah pasukan gabungan siaga di lokasi. Tak hanya dari wilayah Peureulak, tapi juga Pase dan Gayo, kini bergabung di lokasi itu.

Rencananya akan ada rekrutmen pasukan baru.

“Kalau turun, teungku tak lagi diizinkan kembali ke pasukan.”

Begitu perintah yang datang dari para pimpinan di sana. Biarpun dirinya termasuk yang dituakan dalam perjuangan, tetapi perintah komandan harus ditaati. Namun kali ini ia seakan tak peduli dengan perintah tadi.

“Anakku pertama diculik, aku tidak pulang. Aku hormati keputusan komando. Kini anakku yang kedua juga tewas, aku harus pulang.”

“Tolong bilang sama pimpinan. Aku tetap pulang meski cuma sendiri,” ujar Teungku Fiah lagi kepada Mustafa. Ia meminta pemuda itu untuk naik bukit guna melapor ke pimpinan pasukan yang berada di sana.

Di atas bukit, ada satu gubuk yang digunakan sebagai markas dadakan pasukan nanggroe. Tiga pimpinan wilayah berkumpul di sana. Teungku Fiah sendiri, hanya pimpinan pasukan kecil, ia bertugas berjaga di dekat aliran sungai.

Mustafa mengangguk. Ia kemudian menuruti perintah Teungku Fiah untuk menemui pimpinan di atas bukit.

Hampir 30 menit kemudian, ia kembali menemui Teungku Fiah. Namun kali ini, ia turun bersama 6 anggota pasukan yang lain. Teungku Fiah tak mengenal para pasukan yang menyertai Mustafa itu.

“Maafkan aku teungku. Maafkan kami,” ujar Mustafa dengan wajah sedih. Teungku Fiah tahu dengan kondisi yang bakal terjadi. Ia hendak lari, namun baru beberapa meter, pasukan itu menyergapnya.

Beberapa pria berbadan besar mengikat kaki dan tangannya dengan tali.

Mustafa tertunduk lesu. Ia merasa berkhianat kepada orang yang membimbingnya dalam pasukan selama ini. Namun di sisi lain, ia juga tak bisa melawan keputusan komando yang meminta mereka untuk memikat Teungku Fiah agar tak turun gunung untuk pulang ke Nicah Awe.

Mereka tahu jika Teungku Fiah akan tetap turun gunung meski dilarang. Maka jalan satu-satunya adalah mengikat sosok itu dengan tali. Minimal hingga kemarahannya melunak serta kewarasannya kembali.

Kata pimpinan wilayah tadi, selama konflik Aceh, ada banyak kematian yang terjadi. Banyak anggota pasukan yang gugur selama perang. Mereka tak berharap Teungku Fiah menuai ajal sia-sia.

Sosok itu dituakan dalam perjuangan. Pimpinan tak ingin Teungku Fiah turun gunung serta menyetor nyawa kepada tentara republic.

“Semua berduka atas musibah yang menimpa Teungku Fiah. Tentara Republik juga tahu hal ini. Mereka juga pasti menunggu pria itu di Nicah Awe. Kalau pulang, pria itu akan dihabisi.”

Atas dasar itu, para pimpinan wilayah meminta Mustafa untuk mengambil alih pasukan untuk beberapa hari. Mereka memenjara Teungku Fiah untuk beberapa hari, minimal hingga sosok itu tenang kembali.

Hati Mustafa sendiri hancur kala menerima peunutoh ini. Teungku Fiah sudah seperti orangtuanya. Sosok itu ayah dan guru baginya selama bergerilya.

[Bersambung]

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Dalam Sehari 368 Pasien Corona di Italia Meninggal

Next Post

PNS Aceh Ramai-ramai Berkantor di Warkop di Hari Pertama ‘Libur’ Antisipasi Corona

Next Post
PNS Aceh Ramai-ramai Berkantor di Warkop di Hari Pertama ‘Libur’ Antisipasi Corona

PNS Aceh Ramai-ramai Berkantor di Warkop di Hari Pertama 'Libur' Antisipasi Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Wasiet (48)

Wasiet (50)

16/03/2020

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com