Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Iskandar Al-Farlaky: Kesiapan Pemerintah Aceh Tangani Wabah Corona Buruk

Admin1 by Admin1
21/03/2020
in Nanggroe
0
Iskandar Al-Farlaky: Kesiapan Pemerintah Aceh Tangani Wabah Corona Buruk
BANDA ACEH – Kesiapan Pemerintah Aceh menghadapi wabah Corona atau Covid 19 yang kini melanda sejumlah daerah di Indonesia dinilai sangat buruk.
Pemerintah Aceh dinilai hanya pandai beretorika di media belaka, sementara alat alat kesehatan yang menjadi kebutuhan di sejumlah RS di Aceh masih sangat minim.
Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Jumat pagi 20 Maret 2020.
“Hentikan retorika. Kalau memang serius, lengkapi alat-alat kesehatan di tiap RS yang ada di Aceh. Itu jauh lebih penting dan dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Iskandar Usman.
Sebagai contoh, kata Iskandar, stok barang atau alat kesehatan di RSU Cut Meutia untuk menangani pasien yang terpapar virus Corona masih sangat kurang. Padahal RS Cut Meutia merupakan rumah sakit rujukan di Aceh untuk penanganan pasien terjangkit virus Corona.
Hasil sidak, kata politisi muda Partai Aceh itu, baju asronot atau baju pelindung yang bisa digunakan oleh perawat di RS Cut Meutia hanya 20 unit. Sedangkan masker N.95 5 bok, masker bedah 150 bok serta fentilator 1.
“Bayangkan untuk menangani 1 pasien positif covid 19 membutuhkan 15 baju asronot perhari. Berarti dengan jumlah baju pelindung hanya segitu, apakah dokter dan perawat mau masuk ke ruang isolasi apabila ada pasien?” ujar Iskandar.
“Sunggung malang negeriku. Kegelisahan menghantui tenaga medis. Andai ada datang yang positif, apa yang terjadi? Ditambah bok pengiriman spesimen sampai saat ini belum ada. Andai ada yang positif sudah mati pun kita belum tahu. Dan bayangkan kita tidak tahu dia positif dan telah menularkan ke orang lain.”
Keadaan ini, kata Iskandar, dialami oleh rumah sakit yang masuk dalam RS rujukan. Konon lagi RS biasa di seluruh Aceh.
“Tentu rumah sakit lain, jauh lebih tak siap. Di RS Datu Beru, kabar dari Bardan Sahidi, petugas medis disana terpaksa memodifikasi jas hujan sebagai pelindung karena APD minim. Inikan kondisi yang cukup meresahkan,” kata Iskandar.
“Eksekutif Aceh harus bertanggungjawab jika nantinya kondisi tak diharapkan terjadi di Aceh dan para medis kita jadi korban.”
Iskandar mengaku sudah mewanti-wanti hal yang sama sejak Komisi V DPR Aceh sidak ke RSUZA Banda Aceh sebulan lalu, dan kemudian disusul sidak kedua dan turun ke sejumlah rumah sakit lainnya di kabupaten kota.
“Nyatanya eksekutif masih tak memenuhi kekurangan alat medis yang jadi temuan di lapangan. Lantas apa kerja mereka? Apakah perlu ada korban dulu baru kemudian panik massal?” ujarnya lagi.
“Kami meminta alat alat kebutuhan medis segera didistribusikan. Ini untuk keselamatan para medis di RS,” katanya lagi. []
Tags: acehdpr aceh
Previous Post

Belasan Ribu Triliun Menguap dari Bisnis Travel Seluruh Dunia

Next Post

Beli Mobil di China saat Wabah Corona Disubsidi Puluhan Juta

Next Post
Beli Mobil di China saat Wabah Corona Disubsidi Puluhan Juta

Beli Mobil di China saat Wabah Corona Disubsidi Puluhan Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

27/10/2026
Bunda PAUD Nagan Raya Audiensi dengan Kemendikdasmen, Perkuat Akses dan Kualitas Layanan PAUD

Bunda PAUD Nagan Raya Audiensi dengan Kemendikdasmen, Perkuat Akses dan Kualitas Layanan PAUD

27/10/2026
Blok Andaman Disorot, Pakar: Jangan Abaikan Kewenangan Aceh!

Blok Andaman Disorot, Pakar: Jangan Abaikan Kewenangan Aceh!

27/10/2026
Dekan FKIP USK Tekankan Pentingnya Membangun Karakter Siswa untuk Masa Depan Aceh

Dekan FKIP USK Tekankan Pentingnya Membangun Karakter Siswa untuk Masa Depan Aceh

27/10/2026
Yuk, Kenali 4 Senator Asal Aceh di DPD RI

Yuk, Kenali 4 Senator Asal Aceh di DPD RI

27/10/2026

Terpopuler

Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Pidie Jaya Terbongkar, 265 Liter Disita

Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Pidie Jaya Terbongkar, 265 Liter Disita

26/10/2026

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

Guru Besar UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan akademisi Belanda dan Maroko

Begini Kata Karo Hukum Soal Bendera Bulan Bintang yang Tak Pernah Berkibar di Kantor Gubernur Aceh

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com