Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Proyeksi Ahli ITB: Puncak Epidemi Corona Indonesia April 2020

Admin1 by Admin1
23/03/2020
in Teknologi
0

Bandung – Tim dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung (ITB) memutakhirkan proyeksi sebaran kasus virus Corona di Indonesia. Memakai data yang berkembang sampai akhir pekan lalu, puncak epidemi bergeser dari proyeksi sebelumnya.

“Berdasar data yang ada saat ini, kami memproyeksikan puncaknya akan bergeser di sekitar bulan April antara pekan kedua hingga ketiga,” kata ketua tim Nuning Nuraini, Sabtu 21 Maret 2020.

Selain itu proyeksi lainnya yaitu epidemi Corona di Indonesia yang dimulai awal Maret 2020 bakal berakhir sekitar Mei akhir hingga awal Juni mendatang.

Adapun akumulasi penderita COVID-19 di Indonesia sampai pekan ketiga Mei bisa mencapai 60.000 orang. Sedangkan angka proyeksi penyebaran COVID-19 harian puncak kurvanya menyentuh angka 2.000 pada masa puncak epidemi antara pekan kedua hingga ketiga April.

Data untuk proyeksi terbaru ini merujuk dari Kementerian Kesehatan yang mencatat jumlah kasus positif Corona di Indonesia sebanyak 369 orang hingga Jumat, 20 Maret 2020. Perubahan data harian yang bersifat dinamis berpengaruh terhadap hasil proyeksi.

“Karena itu proyeksi sangat mungkin untuk berubah dan karena itu pula tim terus memantau perkembangan data di lapangan,” ujar dosen dari Kelompok Keahlian Matematika Industri dan Keuangan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB itu.

Tim peneliti yang terdiri dari Nuning Nuraini, Kamal Khairudin, dan Mochamad Apri, sebelumnya mengkaji kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia dengan judul Data dan Simulasi COVID-19 dipandang dari Pendekatan Model Matematika.

Mereka membuat simulasi dan pemodelan sederhana mengenai prediksi penyebaran virus Corona. Model yang digunakan hasil pengembangan dari model logistik Richard’s Curve karya F.J. Richards.

Menurut Nuning, model itu dipakai karena memiliki hasil yang cukup baik dalam menentukan awal, puncak, dan akhir endemi SARS di Hong Kong pada 2003. Tim memilih negara dengan kasus infeksi yang terbanyak seperti Cina, Italia, Iran, Korea Selatan, dan Amerika Serikat sebagai acuan untuk menentukan parameter model.

Dari semula memakai model Korea Selatan, tim peneliti kini beralih asumsi pemodelannya ke kasus Amerika Serikat. “Semula estimasi ke data Korea errornya hanya 8,5, ketika di-update errornya jadi 40-an sementara yang USA 30-an, jadi kita pilih error yang lebih kecil,” jelasnya.

Mereka menghitung laju awal pertumbuhan, asumsi batas atas penderita atau dikenal sebagai carrying capacity, dan efek asimtotik. Parameter yang dibutuhkan diestimasi dengan Least Square Method sehingga menghasilkan Richard’s Curve yang merepresentasikan dinamika penderita.

Sebelumnya pada proyeksi awal atau pertama yang hasilnya menyebar di dunia maya itu, tim berpatokan pada angka kasus awal positif yang dilaporkan berjumlah dua orang sejak 2 Maret yang bertahan hingga 7 Maret 2020. Simulasi dimulai dengan nilai awal 2 orang penderita dan waktu awal simulasi pada 7 Maret 2020.

Berdasarkan hasil pemodelan yang dibangun itu keluar proyeksi kasus COVID-19 yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada akhir Maret 2020 dengan jumlah kasus baru harian mencapai 600 kasus. Sementara pandemi diprediksi akan berakhir pertengahan April 2020 berkisar 10-12 April dengan jumlah akumulasi maksimum 8.000 kasus.

Sumber: Tempo

Tags: alat kesehatanCorona
Previous Post

Tol Indra Puri – Blang Bintang Fungsional Jelang Lebaran 2020

Next Post

Kompensasi bagi Pekerja Lepas di Aceh

Next Post

Kompensasi bagi Pekerja Lepas di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

YARA Desak Kapolda Aceh Copot Wakapolres Aceh Selatan

YARA Desak Kapolda Aceh Copot Wakapolres Aceh Selatan

24/07/2026
Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

24/07/2026
Kemenag Siap Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh

Kemenag Siap Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh

24/07/2026
Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

24/07/2026
Pulau Idaman di Aceh Timur Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Pulau Idaman di Aceh Timur Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

24/07/2026

Terpopuler

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

24/07/2026

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Proyeksi Ahli ITB: Puncak Epidemi Corona Indonesia April 2020

Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

Ramlan, Pemilik Toko Emas Baru Serahkan Zakat Tijarah ke Baitul Mal Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com