Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (57)

Admin1 by Admin1
23/03/2020
in Cerbung
0
Wasiet (48)

SAAT gelap menyelimuti Nicah Awe, beberapa pria bersenjata memasuki rumah Teungku Baka.  Mereka adalah anggota pasukan nanggroe bekas didikannya yang kini dikomandoi oleh Mustafa.

Teungku Fiah sendiri tak gentar. Ia membiarkan Mustafa masuk untuk menemuinya. Sementara Teungku Baka dan anak-anaknya menjauh ke dapur. Sementara Sakdiah dan Ibnu mengurung diri di dalam kamar.

Teungku Fiah keluar menemui Mustafa usai salat magrib. Ia siap jika harus dieksekusi karena melanggar peunutoh pimpinan. Namun Mustafa justru memeluknya erat-erat.

“Aku mengira teungku telah tiada. Maafkan aku karena membiarkan teungku sendiri,” ujar Mustafa.

“Kami diperintahkan oleh pimpinan untuk mencari teungku. Bukan untuk menangkap dan kembali memenjarakan teungku, tapi memastikan keselamatan teungku dan keluarga,” kata Mustafa lagi.

Teungku Fiah menarik nafas lega.

“Alhamdulillah. Terimakasih Mustafa,” ujarnya kemudian.

“Saya sudah menghubungi Siwan, teungku. Sebentar lagi ia datang untuk menjemput Teungku dan keluarga. Ada tempat di pedalaman Matangkuli, Bireuen. Sebuah pesantren. Saya jamin, teungku dan keluarga aman,” kata Mustafa lagi.

Teungku Fiah terdiam dengan penuturan Mustafa. Pria itu sudah lebih dewasa dari apa yang dibayangkan.

“Saya akan menemani teungku hingga sepekan kedepan. Sementara pasukan akan dipimpin oleh Lemha. Usai seminggu, kita harus kembali ke atas secepatnya. Akan ada pelatihan untuk rekrutmen baru,” ujar Mustafa lagi.

Lemha yang berada di belakang Mustafa tersenyum.

“Istri Mustafa juga akan ikut ke pesantren tadi teungku. Nanti pasukan wilayah Batee Liek yang akan jaga-jaga di sana,” ujar Lemha.

“Siwan sedang menjemput istri Mustafa. Setelah dari Julok, ia akan langsung ke sini,” kata Lemha lagi.

Wajah Mustafa memerah saat mendengarkan penjelasan Lemha. Ia menutupi hal tadi karena malu dengan Teungku Fiah yang telah dianggap seperti orangtuanya sendiri.

Tak berapa lama, suara mobil terdengar dari arah luar. Seorang pasukan menyambangi pintu dan memberi kode bahwa ‘jemputan’ telah tiba. Teungku Fiah membuka pintu kamar dan memberi isyarat kepada Sakdiah untuk siap-siap pergi. Ia kemudian pergi ke dapur untuk menemui Teungku Baka untuk pamit.

“Teungku, saya minta izin pamit. Terimakasih atas kebaikan selama ini. Semoga Allah Swt melimpahkan rahmad dan karunianya kepada teungku dan keluarga,” ujar Teungku Fiah.

Ia kemudian memeluk Imuem Meunasah Nicah Awe itu. Wajah Teungku Baka sendiri terlihat berkaca-kaca saat melepas kepergiaan teman semasa kecilnya itu.

“Pergilah. Cari tempat yang aman untuk Sakdiah dan Ibnu. Aku hanya bisa berdoa untuk keselamatan kalian semua,” kata Teungku Baka.

Teungku Fiah dan keluarga keluar rumah. Mustafa dan Lemha menyusul dari belakang.

Di luar, Siwan melambai dari dalam mobil L300. Mobil ini berbeda dengan mobil yang digunakan Siwan untuk mengantarnya siang tadi. Ada seorang gadis cantik yang duduk di belakangnya. Ia adalah istri Mustafa.

Istri Mustafa, Sakdiah dan Ibnu duduk di bangku belakang. Sementara Mustafa dan Teungku Fiah di urutan kedua.

“Saya menitip mereka semua padamu, Wan. Hati-hati di perjalanan,” kata Lemha. Siwan mengangguk. Demikian juga dengan Teungku Fiah dan Mustafa.

[Bersambung]

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Pemerintah Segera Distribusikan 105.000 APD untuk Tim Medis Corona

Next Post

Plt Minta Pimpinan Bank Sediakan Hand Sanitizer di ATM

Next Post
Wali Kota Minta Bank Sediakan Hand Sanitizer di ATM

Plt Minta Pimpinan Bank Sediakan Hand Sanitizer di ATM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Wasiet (48)

Wasiet (57)

23/03/2020

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com