Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemerintah Didesak Cabut Kebijakan Jam Malam di Aceh

Admin1 by Admin1
03/04/2020
in Nanggroe
0
Pemerintah Didesak Cabut Kebijakan Jam Malam di Aceh

Banda Aceh – Pemberlakuan jam malam di Aceh dinilai mengingatkan  tentang masa darurat militer di Aceh. Kondisi ini tentunya akan menghadirkan trauma bagi masyarakat, apalagi tindakan yang dilakukan melibatkan aparat keamanan yang dipersenjatai rotan.

Hal ini diungkapkan ketua Yayasan Aceh Kreatif, Delky Nofrizal Qutni kepada media ini, Kamis 2 April 2020.

Menurut Delky, tindakan berlebihan dari Pemerintah Aceh tentunya dikhawatirkan justru berimbas kepada psikologis masyarakat Aceh.

“Jika masyarakat terus ditekan seperti ini dengan berbagai larangan tidak logis dan tidak diimbangi dengan solusi kongkret, maka dikhawatirkan masyarakat justeru akan trauma dan stres. Ketika secara psikologis masyarakat terganggu, maka imunitasnya akan turun dan rentan terserang penyakit. Kita khawatirkan masyarakat Aceh tidak meninggal karena pendemi corona tapi akhibat tingginya tekanan pemerintah yang berujung kepada stres dan trauma, serta akhibat kelaparan,” ujarnya.

Menurut Delky, Corona itu bukan kalong yang berkeliaran di malam hari. “Emangnya korona itu kalong, jika malam keluar dan menyerbu. Tidakkan, jadi jangan aneh-anehlah. Ini meanset masyarakat sekarang seakan dijepit oleh dua opsi yang diberikan pemerintah menekan psikologis, seakan masyarakat dihadapkan dengan opsi kena pukulan dengan rotan atau telah disediakan tanah kuburan,” imbuhnya.

Delky menyebutkan, presiden Jokowi telah mengintruksikan agar Kemendagri tegur kepala daerah yang tetap melakukan pemblokiran jalan.

“Kita minta Pemerintah Aceh segera cabut pemberlakuan jam malam dan pemblokiran jalan. Jika tidak, maka kita berharap pimpinan daerah yang ngotot juga dicambuk pakai rotan. Jadi imbaskan bukan masyarakat saja terus-terusan jadi korban,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan agar para pedagang dan pelaku UMKM tidak ditertibkan dengan cara kekerasan. ” Laporan masyarakat pelaku UNKM, ada pemberian denda jika tetap melakukan usaha, ada yang disepak pantat hingga kena hukuman dan rotan. Ini seakan menunjukkan Aceh sedang kembali bertransformasi ke era konflik. Jelas-jelas ini tidak bisa dibiarkan kembali terjadi setelah penandatanganan MoU Helsinki. Seharusnya ada upaya pencegahan lain, misalkan dengan melakukan kegiatan sanitasi di tempat usaha pelaku UMKM dan seterusnya, bukan malah memberikan ancaman dan penekanan belaka. Para pelaku UMKM ini juga kebingungan, jika mereka harus tutup tempat usaha, mereka kasih makan apa untuk anak istri, jika mereka buka mereka justru dihadapkan dengan sejumlah tekanan, sungguh kondisi ini memilukan. Akhirnya, nasib pelaku UMKM ibarat buah simalakama, maju kena, mundurpun kena,” cetusnya.

Delky berharap hadirnya langkah-langkah yang bijaksana berbarebg solusi nyata dalam penanganan dan pencegahan Covid 19 di bumi Aceh pusaka.

“Jika penekanan seperti itu terus dilakukan maka itu sama artinya pemerintah sedang mencoba memberlakukan kembali KTP merah putih yang dulu nya pernah diberlakukan di Aceh. Lebih bijaksana dikitlah kebijakannya, jangan kebijakan dikeluarkan dengan kondisi panik dan berujung hadirnya kepanikan berlebihan,” ujar mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh(FPMPA) itu.

Tags: acehjam malam
Previous Post

Doa Senator Muda untuk Kesembuhan Mantan Qariah dari Lamnga

Next Post

ACT Aceh Bersama Influencer Bagikan Paket Pangan Kurangi Dampak Covid19

Next Post
ACT Aceh Bersama Influencer Bagikan Paket Pangan Kurangi Dampak Covid19

ACT Aceh Bersama Influencer Bagikan Paket Pangan Kurangi Dampak Covid19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Syamsul Rijal: Kampus Bukan Sekadar Pabrik Ijazah

Syamsul Rijal: Kampus Bukan Sekadar Pabrik Ijazah

18/01/2026
BPH Migas Jamin Pasokan BBM di Aceh

BPH Migas Jamin Pasokan BBM di Aceh

18/01/2026
Polri Siapkan 100 Kendaraan untuk Bantu Pemulihan Aceh

Warga Bireuen Manfaatkan Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir

18/01/2026
Mendagri: Penanganan Bencana di Aceh Tamiang Perlu Perhatian Khusus

Tito Ingatkan Aceh Bijak Gunakan Anggaran

18/01/2026
RS Muda Sedia Tamiang Alokasi Obat Secara Manual Pascabencana

RS Muda Sedia Tamiang Alokasi Obat Secara Manual Pascabencana

18/01/2026

Terpopuler

PSMS Siap ‘Curi’ Poin dari Persiraja di Banda Aceh

PSMS Siap ‘Curi’ Poin dari Persiraja di Banda Aceh

18/01/2026

Indikasi Korupsi SDA di Aceh Selatan Menguat, Alamp Aksi Desak KPK dan Kejagung Turun Tangan

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Ohku, Ada Oknum Brimob Polda Aceh Desersi dan Gabung Tentara Rusia

RSUD Aceh Tamiang Aktifkan ICU Mini untuk Layani Korban Bencana

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com