Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

PDI Perjuangan Aceh: Jangan Lupakan Petani di Tengah Wabah Covid-19

Admin1 by Admin1
05/04/2020
in Nanggroe
0
Kombatan GAM Gabung PDIP, Muslahuddin: Mereka Tertarik Gaya Saya

Muslahuddin. Foto kompas

BANDA ACEH – Ketua PDI Perjuangan Aceh, Muslahuddin Daud, meminta pemerintah dan jajaran terkait untuk tidak melupakan petani di tengah wabah Corona atau Covid 19.

Menurutnya, hampir setengah masyarakat Aceh menggantungkan hidup mereka di sektor Pertanian secara umum.

Petani merupakan produsen utama untuk ketahanan pangan dan sektor ini memiliki multi player effect kepada sektor lain terutama kelompok KUMKM yang menggantungkan kebutuhan bahan baku dari sektor ini. Apabila sektor ini berhenti, maka sebagian besar sektor lain juga tidak akan berjalan dengan maksimal.

Dari sisi angka kemiskinan, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT), ada sekitar 800 ribu penduduk Aceh atau 15 % berada dalam garis kemiskinan. Dari jumlah tersebut 81 % dari mereka bekerja di sektor pertanian, sementara masyarakat lain yang masuk dalam kategori masyarakat ekonomi rentan ada sekitar 35-40 %. Kelompok ini sangat besar berpotensi untuk kembali terjun bebas masuk dalam zona kemiskinan yang berpendapatan kurang dari 600 sebulan.

“Oleh karena sangat diperlukan kebijakan antisipatif yang mendukung sektor pertanian agar sektor lain tidak ikut tergerus oleh kelangkaan pasokan,” kata Muslahuddin Daud.

Oleh karenanya, ujar Muslahuddin Daud, dirinya memberikan masukan kepada pemerintah agar memastikan seluruh proses produksi pertanian tetap berjalan lancar dengan merubah Good Agriculture Practice (GAP) sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam merespon Covid-19.

Selain itu, katanya, dirinya juga meminta pemerintah untuk memastikan ketersedian alat mekanisasi pertanian mulai dari proses pembajakan hingga pemanenan, ketersedian alat ini merupakan upaya dari physical distancing yang digalakkan pemerintah.

“Memastikan ketersedian agro input yang tepat waktu dengan jadwal penanaman seperti bibit, pupuk dan pestisida. Untuk memastikan ini, makan aparatur kecamatan, kemukiman dan gampong di Aceh harus bersinergi dengan Balai Penyuluh Pertanian di tingkat kecamatan untuk memastikan penjadwalan . Laporan perkecamatan dengan luas garapan harus diketahui secara keseluruhan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan provinsi dan memerintahkan setiap Unit Pelaksana Teknis Daerah untuk melakukan aksi konkrit.”

“Para pemangku kepentingan pasca panen, seperti Bulog, para agen penampung, penyalur hingga pedagang harus mendapat SOP dan Protocol yang jelas dari pemerintah seperti apa mereka beroperasi disaat wabah seperti ini. Ini sangat mendesak dilakukan karena hasil pantauan lapangan harga-harga barang sangat variatif di lapangan. Secara psikologis ini sangat penting karena apabila dalam durasi yang lama harga yang diambil ditingkat petani sangat rendah, berdasarkan pengalaman lapangan 50 % dari petani akan sulit untuk mengeluarkan biaya untuk penanaman kembali. Kalau ini terjadi maka lonjakan-lonjakan harga pasti akan terjadi dan akan menimbulkan keresahan baru,” katanya lagi.

Selain itu, kata Muslahuddin, juga Sangat diperlukan Contigency Plan untuk para petani. “Seandaikan akan ada partial lockdown di lokasi Wabah yang menyebabkan gagal produksi. Perlu diantisipasi dari awal agar supaya terhindar dari penyakit kelangkaan makanan, yaitu meninggal karena busung lapar.”

Previous Post

Cegah Covid-19, Pemerintah Aceh Siapkan Informasi Berbelanja dari Rumah

Next Post

Keumamah Diburu Saat Pandemi Corona

Next Post
Keumamah Diburu Saat Pandemi Corona

Keumamah Diburu Saat Pandemi Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

22/09/2026
Dugaan Kebocoran Data Pribadi Nasabah, Bank Aceh Syariah Dilaporkan ke OJK dan BI

Dugaan Kebocoran Data Pribadi Nasabah, Bank Aceh Syariah Dilaporkan ke OJK dan BI

22/09/2026
PPP Pidie Jaya di Bawah Munawar: Konsolidasi, Kaderisasi, dan Gerakan Advokasi Rakyat

PPP Pidie Jaya di Bawah Munawar: Konsolidasi, Kaderisasi, dan Gerakan Advokasi Rakyat

22/09/2026
Afwan Resmi Nahkodai PP-HIMAB 2026-2028

Afwan Resmi Nahkodai PP-HIMAB 2026-2028

21/09/2026
Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

21/09/2026

Terpopuler

Kombatan GAM Gabung PDIP, Muslahuddin: Mereka Tertarik Gaya Saya

PDI Perjuangan Aceh: Jangan Lupakan Petani di Tengah Wabah Covid-19

05/04/2020

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

Politik Gagasan dan Inspirasi Kepemimpinan: Belajar dari Tapak Tilas Dr. Safaruddin dan Pohon Harapan di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com