Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (80)

Admin1 by Admin1
17/04/2020
in Cerbung
0
Wasiet (65)

“Aku kena,” ujar Teungku Fiah. Mulutnya berlumur darah.

Wajah Ridwan terlihat panic. Mustafa juga memegang dada yang berlumuran darah.

“Aku juga teungku. Mungkin ini akhir dari perlawanan kita,” ujarnya.

Ridwan mencoba mengurangi kecepatan kemudian berbelok ke jalan kampung untuk menghilang dari kejaran patroli tentara republic. Langkahnya cukup jitu. Mereka lolos dari sergapan musuh. Namun pendarahan Teungku Fiah cukup deras. Demikian juga dengan Mustafa.

Keadaan ini membuat Ridwan kian panik. Ia membuka bajunya untuk menahan pendarahan yang dialami oleh Teungku Fiah. Namun pria tua itu justru memberikan kepada Mustafa.

“Aku tak mungkin tertolong lagi. Selamatkan Mustafa saja,” ujarnya dengan nafas terpotong-potong. Ia kemudian meletakan baju di dada Mustafa.

“Antarkan aku ke depan rumah dan kemudian larikan Mustafa ke dokter Ichsan di Bireuen. Ia bisa mengobati Mustafa,” ujar Teungku Fiah lagi.

Dalam keadaan panic, Ridwan mengangguk. Tapi dia masih ingin menyelamatkan kedua tentara nanggroe itu. Menempuh jalan kampung, mereka akhirnya tiba di rumah yang ditempati Sakdiah.

Saat tiba di lokasi, Ridwan bergegas mengetuk pintu dan menarik Sakdiah ke luar rumah. Hal ini membuat wanita tua itu ikutan panic. Istri Mustafa ikutan keluar dengan wajah kalut. Istri Mustafa sedang hamil besar.

“Kak kami disergap di jalan. Teungku Fiah dan Mustafa tertembak. Saya ingin membawa keduanya ke dokter. Ayo ikut,” ujarnya.

Sakdiah mengangguk. Ia membangunkan Ibnu dan mengajak bocah itu untuk ikut bersama. Demikian juga dengan istri Mustafa.

Namun ketiganya menjerit saat melihat mengalir deras dari tubuh Teungku Fiah dan Mustafa. Darah membasahi mobil Kijang tersebut.

“Jangan panic. Ridwan bergegas pergi,” ujar Mustafa.

Mustafa memeluk istrinya. Sedangkan Sakdiah merangkul suaminya yang sedang sekarang. Ibnu menatap wajah ayahnya dengan kaku.

“Ayah mungkin tak sanggup bertahan lama Nak. Jaga ibumu baik-baik jika ayah menghembus nafas terakhir nanti,” ujar Teungku Fiah sambil menatap Ibnu. Ia mencoba menahan rasa sakit akibat butiran peluru yang menembus dada dan perutnya.

Pesan Teungku Fiah membuat Ibnu menangis. Demikian juga dengan Sakdiah.

“Jangan menangis. Ada dua abangmu yang menanti ayah di sana. Kalian berdua harus tegar. Jangan mudah menyerah dan putus asa. Sekolahlah yang tinggi. Lihatlah dunia dengan cara yang berbeda dengan ayahmu ini,” ujar Teungku Fiah lagi.

“Berbaktilah untuk Aceh dengan caramu sendiri. Kelak ketika kau dewasa, buatlah ayah bangga,” katanya lagi.

Tubuh Teungku Fiah kaku usai berkata-kata dengan Ibnu. Nafasnya terputus. Keadaan ini membuat suasana kian kalut. Air mata Sakdiah dan Ibnu tumpah. Mereka memeluk Teungku Fiah dengan erat meski darah membasahi baju mereka.

Sementara Mustafa hanya menatap dengan pandangan kosong.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.”

[Bersambung]

 

Tags: wasiet
Previous Post

Tindakan Dua Stafsus Presiden Dinilai Rusak Sistem Ketatanegaraan

Next Post

Pemko Banda Aceh Semprot Disinfektan di 300 Lokasi Publik

Next Post

Pemko Banda Aceh Semprot Disinfektan di 300 Lokasi Publik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

06/09/2026
Dinas Pendidikan Aceh Barat Pertimbangkan Libur Sekolah Dampak Karhutla

Dinas Pendidikan Aceh Barat Pertimbangkan Libur Sekolah Dampak Karhutla

06/09/2026
Aceh Besar Dipecah? Wacana Kabupaten Seuramoe Aceh Muncul di Reses H. T. Ibrahim

Aceh Besar Dipecah? Wacana Kabupaten Seuramoe Aceh Muncul di Reses H. T. Ibrahim

06/09/2026
November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026
Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026

Terpopuler

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Wasiet (80)

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com