RAMADAN harusnya menjadi bulan penuh berkah bagi semua muslim yang sedang berpuasa. Bulan yang setiap amal ibadahnya dihitung berkali-kali lipat oleh Allah Swt. Termasuk dalam hal bersedekah.
Saat pandemi wabah Corona menyerang hampir mayoritas negara di dunia. Termasuk Indonesia dan Aceh bagian di dalamnya. Kepedulian social harusnya menjadi ladang amal bagi muslim di seluruh dunia.
Namun keberadaan wabah Corona, ternyata mengikis kepekaan social kita yang telah menjadi kearifan local selama beberapa generasi.
Wabah Corona telah membuat kita menjadi individu-indivindu yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan keluarga dibandingkan kepedulian sesama.
Ada banyak kasus yang menunjukan sikap ego pribadi kita justru lebih tampil dominan selama wabah Corona.
Saat kecelakaan berlangsung di depan mata misalnya, kita enggan untuk segera menolong. Imbasnya, korban terlantar lama hingga membahayakan nyawa warga yang seharusnya memperoleh pertolongan cepat.
Kasus ini dominan terjadi di Aceh. Namun lagi-lagi kepekaan social luntur hanya karena prasangka atau kekhawatiran terpapar Corona.
Demikian juga dengan keberadaan fakir miskin di sekeliling tempat tinggal yang luput dari perhatian.
Kita lebih memilih menyimpan stok beras dan sembako untuk kepentingan pribadi dibandingkan membantu mereka yang sama sekali tak punya apa-apa.
Saat tetangga kita yang miskin tersebut kelaparan dan kemudian terekspos media, kita lebih cenderung menghujat pemerintah bersama-sama di media social. Padahal, jika kepekaan social tadi masih melekat, kasus seperti ini tak akan pernah terjadi.
Ujian ini pasti berlalu. Yang diperlukan adalah saling membantu dan membentukan kepekaan social yang tinggi dari semua.
Maka jadikan Ramadan kali ini sebagai ladang amal bagi kita semua untuk saling membantu satu sama lainnya.
Sama sama menjaga saudara kita agar keluar dari kesulitan hidup. Marhaban ya Ramadan.










