Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (92)

redaksi by redaksi
04/05/2020
in Cerbung
0

+++

BUYUNG benar-benar menjalankan komitmennya untuk menjaga Ibnu selepas ditinggal Sakdiah untuk selamanya. Ia menganggap Ibnu seperti anak laki-lakinya sendiri. Apalagi, selama ini, ia hanya memiliki seorang anak perempuan yang usianya tak jauh terpaut dari Ibnu.

Ia juga memberi perhatian untuk Ibnu sama seperti anaknya sendiri. Bahkan kadang-kadang, Ibnu mendapat prioritas utama darinya, dibandingkan anaknya sendiri. Sikap ini kadang menimbul protes dari Dara, anak perempuan satu-satunya itu.

“Ayah lebih sayang sama Ibnu dibanding Dara. Apa yang dibutuhkannya selalu dituruti. Sedangkan permintaan Dara ditunda selalu,” protes anaknya Dara suatu ketika.

“Selama ada Ibnu, Dara dinomorduakan.”

Terkait hal ini, Buyung mencoba menasehati anaknya tersebut secara halus. Ia tidak mau timbul kecemburuan antara Dara dan Ibnu. Ia khawatir kondisi ini membuat Ibnu serba salah dan kemudian tidak betah tinggal bersamanya.

Padahal, ia dan Rukaiyah telah berjanji menjaga Ibnu saat Sakdiah masih hidup. Konon lagi, sekarang Ibnu tidak memiliki anggota keluarga seorangpun.

“Nak. Kau dan Ibnu, sama dimata ayah. Kalian anak ayah sekarang. Apapun akan ayah lakukan untuk kalian berdua. Ibnu tidak punya siapapun sekarang, kita harus menjaganya baik-baik. Jangan sampai protes kakak, didengar oleh Ibnu. Kasihan dia,” ujar Buyung.

Penjelasan Buyung membuat Dara sedikit melunak. Keluarga Buyung kemudian jauh lebih harmonis dibanding sebelumnya.

Usaha rumah makan yang dirintis oleh Buyung dan Rukaiyah, secara pelan, juga mulai mengalami perkembangan. Rumah makan mereka jadi prioritas warga di Bireuen saat jam makan tiba. Kondisi ini mengakibatkan omset pendapatan Buyung dan limpahan rizeki bagi keluarganya.

Buyung percaya bahwa Ibnu mendatangkan keberuntungan baginya. Apalagi, ia termasuk salah seorang yang sering mengikuti ceramah-ceramah agama di seputaran Bireuen.

“Memberi makan anak yatim, maka Allah Swt akan melimpahkan rezeki kepada kita,” begitu isi ceramah yang sering didengarnya.

Memasuki tahun 2003, keluarga Buyung sempat diterpa isu yang tak sedap. Rumah makan miliknya sempat disegel karena dituding tak higienis. Isu ini disebarkan oleh lawan bisnisnya. Isu tersebut sempat berpengaruh pada omset pemasukannya selama berbulan-bulan.

Penerapan darurat militer juga semakin memperparah krisis tadi. Namun Buyung dan keluarga tetap optimis bisa melewati krisis tersebut.

Naas, di awal 2004, mobil yang ditumpangi oleh Buyung dan Rukaiyah terbalik di perbatasan Bireuen-Bener Meriah. Keduanya meninggal di lokasi. Sedangkan Dara dan Ibnu tak ikut dalam perjalanan tersebut karena sedang sekolah.

Rukaiyah sendiri tidak lagi memiliki keluarga di Aceh. Kondisi ini membuat Ibnu kalut dan akhir meninggalkan rumah. Ibnu merasa bersalah setelah mendengar omongan warga di sekitar rumah Buyung bahwa ia pembawa sial.

Ia dituduh bahwa siapapun yang berhubungan dengannya akan bernasib naas dan meninggal.

Dari keluarga kandung hingga Buyung dan Rukaiyah yang menjadi penyelamatnya selama ini.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

IKAL Aceh Sesalkan Pencekalan Syahrizal Abbas Ikut Seleksi di Kemenag

Next Post

Maradona Seniman Sejati, Messi Si Tikus Lincah

Next Post

Maradona Seniman Sejati, Messi Si Tikus Lincah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

06/09/2026
Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

06/09/2026
Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

06/09/2026
Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

06/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Wasiet (92)

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com