Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Terkait Polemik di Dinas Dayah Aceh, Wakil Presma Unsyiah Minta Plt  Bersikap Tegas

Admin1 by Admin1
18/05/2020
in Nanggroe
0
Dayah Mini Banda Aceh tak Libur, tapi Terapkan Protokol

Pesantren Ramadhan. Pelajar mengikuti pesantren ramadhan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (1/7). Selain belajar membaca Alqur'an, dalam pesantren ramadhan juga untuk memperdalam ilmu agama Islam. Pesantren sendiri didakan mulai ba'da dhuhur hingga waktu berbuka. Republika/Wihdan

BANDA ACEH – Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Unsyiah, Zaky, meminta Plt Gubernur Aceh untuk bersikap tegas terkait polemic yang terjadi di Dinas Dayah Aceh.

“Kami menilai, masalah demi masalah yang hari ini terjadi di Dinas Dayah Aceh, merupakan salah satu contoh kasus buruknya birokrasi kita dalam merespon perubahan kebijakan akibat ancaman Covid-19,” ujar Zaky dalam pernyataan tertulis yang dikirim ke redaksi atjehwatch.com, Senin 18 Mei 2020.

“Pada gejolak yang terjadi di Dinas Dayah Aceh, kami rasa ini merupakan permasalahan yang harus segera direspon oleh Plt Gubernur Aceh dengan cara apapun agar problematika ini tidak semakin melebar dan mengganggu pelayanan publik lainnya.”

Menurutnya, sebagai konsekuensi dari penindaklanjutan SKB dua menteri terkait Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020, maka Pemerintah Aceh telah melakukan refocusing anggaran di APBA 2020 untuk penanganan Covid-19. Kurang lebih Rp1,7 triliun anggaran yang dipersiapkan oleh Pemerintah Aceh yang akan digunakan untuk masyarakat Aceh dalam penanganan Covid-19. Dana itu bersumber dari APBA 2020 yang tersebar di seluruh SKPA atau dinas-dinas terkait.

Namun pengalihan dana sebesar itu dari sejumlah SKPA dapat menimbulkan persoalan serius lainnya.

“Kita melihat, setelah refocusing anggaran dilakukan Plt Gubernur, beberapa SKPA terkesan tidak siap, ini juga menyebabkan penyesuaian kebijakan anggaran dilaksanakan secara tumpang tindih. Ketidaksiapan ini bisa disebabkan oleh minimnya profesionalitas elit birokrasi, kurangnya transparansi anggaran hingga nihilnya integritas para pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di dinas-dinas,” ujar Zaky.

Sebagai salah satu instansi yang lahir dari rahim perdamaian Aceh, kata Zaky, Dinas Dayah Aceh harus dikelola secara professional dan seharusnya memberi dampak positif bagi kemajuan dayah-dayah di Aceh.

“Sayangnya, alih-alih melahirkan inovasi-inovasi, hari ini kita malah mendengar kebijakan Kepala Dinas Dayah Aceh yang justru melahirkan banyak pro dan kontra. Seperti kasus yang banyak beredar di media massa, bahwa terdapat indikasi jika beberapa penerima bantuan hibah sebenarnya tidak memenuhi klasifikasi syarat untuk menerima bantuan.”

“Oleh karena itu, sebelum kasus ini menjadi temuan aparat penegak hukum, kami meminta BPK dan Inspektorat mengawal penuh, agar dana hibah yang akan disalurkan kepada lembaga yang tidak cukup syarat dihentikan dan tidak disalurkan. Dan yang wajib konsisten hingga saat ini kepada Plt Gubernur Aceh untuk segera bersikap tegas dalam mengakhiri permasalahan di Dinas Dayah Aceh,” kata dia.[]

Tags: Dinas Dayah Acehpresma unsyiah
Previous Post

Faisal Basri Prediksi Ekonomi RI Minus 1,5 Persen Akibat Corona

Next Post

Penegak Hukum di Abdya Diminta Pantau Penyaluran BLT

Next Post
Penegak Hukum di Abdya Diminta Pantau Penyaluran BLT

Penegak Hukum di Abdya Diminta Pantau Penyaluran BLT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

04/08/2026
Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

04/08/2026
Maroko Buka Suara soal Ribuan Warganya Terobos Masuk Ceuta Spanyol

Maroko Buka Suara soal Ribuan Warganya Terobos Masuk Ceuta Spanyol

04/08/2026
Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

03/08/2026
Peukan Bada Terima 11,1 Ton Bantuan Ikan Segar dari DKP Aceh

Peukan Bada Terima 11,1 Ton Bantuan Ikan Segar dari DKP Aceh

03/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Terkait Polemik di Dinas Dayah Aceh, Wakil Presma Unsyiah Minta Plt  Bersikap Tegas

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

Jaksa Aktif Duduki Irban Khusus Pidie Jaya, Publik Menanti Ketegasan Pengawasan dan Akuntabilitas Kelola Daerah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com