Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

“Jangan Bangga dengan Kupiah Aceh, Tapi,,,”

redaksi by redaksi
03/07/2020
in Feature
0

BANGUNAN itu berkontruksi kayu serta berbentuk rumah panggung. Namun dindingnya masih terbuka. Mirip balai pengajian.

Suasana relative sepi saat kami bertandang ke sana. Hanya ada suara kendaraan yang terdengar lalu lalang di jalan raya yang hanya sekitar tiga meter dari rumah panggung tadi.

Seorang wanita muda bercadar menyambut kedatangan kami di sana. Dia biasa dipanggil Vera, Owner Kampung Kreatif Aceh, yang berlokasi di Simpang Lampenerut, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Balai yang menjadi pusat kegiatan Kampung Kreatif Aceh ini berdiri pas di depan Masjid Lampenerut.

“Inilah tempat kami, Syech,” ujar Vera, wanita bercadar tadi, menyambut kedatangan rombongan kecil yang dipimpin Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc atau akrab disapa Syech Fadhil.

Wartawan atjehwatch.com ikut dalam rombongan ini.

Kami berlima kemudian mengikuti Vera untuk naik ke atas balai tadi. Di sana ada sejumlah kupiah bermotif Aceh karya ibu-ibu di sekitar Darul Imarah. Ada juga tas bermotif Aceh serta kerajinan tangan lainnya.

Kupiah bermotif Aceh tadi kini sedang ramai jadi pembicaraan. Tak hanya di tingkat Aceh tapi juga nasional.

Sebut saja Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Keduanya tak segan-segan memakai kupiah Aceh di pertemuan resmi. Sebelumnya, Ustadz Abdul Somad juga memakai kupiah yang sama.

Kupiah tersebut merupakan hasil karya ibu-ibu di bawah binaan Vera atau payung Kampung Kreatif Aceh.

“Untuk membuat satu kupiah bermotif Aceh ini butuh waktu hingga 15 hari. Ini makanya harganya lebih mahal,” ujar Vera yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi Unsyiah dengan angkatan masuk 2006 serta selesai 2011 ini.

Yang menjadi persoalannya kini, kata wanita pemilik Vee Design ini, kupiah dengan motif yang sama kini juga diproduksi oleh perusahaan lain di luar Aceh.

“Mereka menggunakan mesin canggih. Dalam sehari bisa menghasilkan ribuan. Makanya harganya jauh lebih murah. Sedangkan kami itu, jahit tangan. Sekitar 15 hari baru bisa menghasilkan satu kupiah,” ujarnya.

“Saya sudah coba mematenkan motif kupiah ini tapi ternyata ditolak. Saya tidak tahu kenapa,” ujar Vera lagi.

Namun wanita bercadar serta berstatus jomblo ini punya mimpi besar. Dirinya ingin hasil karya ibu-ibu yang dirintisnya sejak 2017 ini tersohor hingga mendunia.

“Saya ingin melatih remaja putus sekolah atau yang punya minat di kerajinan ini.  Suatu saat nanti juga memiliki fasilitas yang sama seperti mesin canggih. Sehingga tak kalah saing. Baik di harga maupun di mutu,” kata Vera.

Terkait soal minat warga yang tinggi pada kupiah khas Aceh, Vera mengaku bersyukur.

“Jangan hanya cinta dan bangga memakai kupiah khas Aceh, tapi ternyata produk atau buatan luar (luar-red). Kalau bisa harus dua-duanya. Bangga memakai produk Aceh dan juga hasil karya local Aceh,” ujar Vera bijak.

Di luar aktivitas sebagai Owner Kampung Kreatif Aceh, Vera juga aktif mengajar anak-anak mengaji. Vera juga aktif terlibat dalam Muda Mudah Berbagi. Vera dan beberapa aktivis social lainnya selalu berbagi kuah gratis untuk warga.

“Kata Rasulullah Saw, kalau tidak mampu berbagi daging, cukup kuahnya saja. Ini yang kami lakukan,” kata Vera.

Syech Fadhil sendiri mengaku salut dengan aktivitas yang dilakukan oleh Vera selama ini. Hal ini pula yang membuatnya datang ke Kampung Kreatif Aceh binaan Vera.

Syech Fadhil berharap Vera tak mudah menyerah dan dirinya akan membantu Vera sebisa mungkin.

“Harus diteruskan. Karena ini khas Aceh yang diproduksi oleh warga Aceh. Karya ibu-ibu Kampung Kreatif Aceh. Kalau ada kendala, mohon disampaikan ke kawan saya ini, kita cari solusi bersama,” ujar Syech Fadhil.

Hampir satu jam lamanya, Syech Fadhil dan rombongan berada di lokasi. Syech Fadhil juga membeli sejumlah karya ibu-ibu di sana. Sekitar pukul 15.24 WIB, rombongan ini kemudian pamit dari lokasi.

 

Tags: acehkampung kreatif Acehkupiah Acehsenator DPD RI asal Acehsyech fadhilVee DesignVera
Previous Post

Kerjasama Pasien dan Tenaga Medis Dapat Cegah Penularan Covid-19

Next Post

Polisi Hong Kong Ciduk 10 Orang Usai China Sahkan UU Keamanan

Next Post

Polisi Hong Kong Ciduk 10 Orang Usai China Sahkan UU Keamanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koordinasi Penyelesaian Masalah Pertanahan di Aceh Dinilai Belum Optimal

Koordinasi Penyelesaian Masalah Pertanahan di Aceh Dinilai Belum Optimal

18/06/2026
Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

18/06/2026
Pemilik Pergi Haji, Satu Rumah di Lam Bateung Baitussalam Hangus Terbakar

Pemilik Pergi Haji, Satu Rumah di Lam Bateung Baitussalam Hangus Terbakar

18/06/2026
Peneliti UTU Hidupkan Asa Kopi Liberika di Pesisir Barat Aceh

Peneliti UTU Hidupkan Asa Kopi Liberika di Pesisir Barat Aceh

18/06/2026
Bupati Aceh Besar Minta Seluruh OPD Terus Berinovasi

Bupati Aceh Besar Minta Seluruh OPD Terus Berinovasi

18/06/2026

Terpopuler

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

17/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com