Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Bincang Santai FKPT Aceh: Karya Seni Dimasa Pandemi Harus Lebih Kreatif

Admin1 by Admin1
28/07/2020
in Nanggroe
0
Bincang Santai FKPT Aceh: Karya Seni Dimasa Pandemi Harus Lebih Kreatif

PRAKTISI Seni Imam Juaini menilai, dimasa pandemi covid-19 ini seniman Aceh dituntut lebih kreatif berkarya, karena covid-19 adalah musuh yang tidak nampak, sehingga perlu ruang kesenian lebih kreatif tanpa melibatkan orang banyak, dilakukan secara virtual.

“Seni tidak luput dari apa yang disediakan oleh alam. Alam menyediakan materinya untuk kemudian dituangkan kedalam bentuk berbagai karya seni,” kata Imam Juaini saat menjadi narasumber Bincang Santai (BISA) yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh secara virtual dari Kantor Kesbangpol Aceh, Banda Aceh, Selasa (28/7).

Menurut Iman, seni tidak luput dari apa yang disediakan oleh alam. Alam menyediakan materi untuk dituangkan kedalam bentuk karya seni. Pementasan virtual itu ada nilai-nilai gambaran yang memang tidak secara utuh dirasakan seniman, karena sifatnya murni pertunjukan, tidak terjadi dialog atau terbangunnya energi antara pemain dengan penonton.

“Yang jadi permasalahan, apakah moderenisasi masuk ke dunia berkesenian atau Kesenian memang dituntut untuk bermoderanisasi,” ujar Imam Juaini.

Namun–Imam mengakui pertunjukan virtual berbeda dengan yang dilakukan langsung karena kekuatan seniman itu ketika ada serapan energi dari penonton, karena memang seni tradisi Aceh tidak pernah lepas dari audience.

“Energi pementasan pemain hidup ketika ada kekuatan atau penyerapan energi dari penonton,” jelasnya.

Sedangkan narasumber lainnya penyair D. Kemalawati menjelaskan apabila dirinya merasakan apabila berkesenian dimasa Covid-19 lebih mencekam dibanding pada masa konflik dan tsunami dulu.

“Dimasa konflik, kita masih punya ruang waktu untuk berkreatifitas, ketika Pandemi, kita merasa mencekam, takut keluar rumah, takut bertemu orang dan menghindari keramaian,” kata Dek Nong, Panggilan akrab seniman untuk D Kemalawati.

Namun D Kemalawati menyebut untuk puisi saat ini karya disalurkan lewat kerjasama dengan media online untuk melahirkan ruang-ruang Kreatif puisi virtual. Menurutnya, media online dapat bekerja untuk melahirkan ruang-ruang puisi di tengah Pandemi.

“Hampir ada seratus ribu yang membaca puisi setiap hari melalui situs dan di penikmatnya juga dari luar Negeri. Covid-19 dan Tsunami itu adalah badai yang harus kita hadapi, badai ini biasanya tidak terlalu lama, akan tetapi dampaknya berlangsung lama,” jelas D. Kemalawati.

Penyanyi dan Anggota DPR-RI Rafly juga hadir pada dialog tersebut dan kembali mengingatkan seniman harus punya inisiatif disetiap kondisi.

“Pengkarya harus berinisiatif menumbuhkan semangat baru,” kata Rafly.

Rafly yakin, Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini dapat menjadi semangat baru seniman berkarya.

Bincang Santai atau bisa ini dipandu langsung Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, dengan menghadirkan 3 Narasumber yakni Seniman Imam Juaini, D. Kemalawati, dan Wiratmadinata.

Turut bergabung dalam dialog seniman-seniman dan masyarakat secara terbuka. Terilhat ikut berpartisipasi seniman Teater Tejo, Djamal Syarif, Penulis Joe Samalanga, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh Irini Dewi Wanti, dan Koreografer Aceh di Australia Murthala.[]

Previous Post

[Video] Sikap Syech Fadhil Soal 14 Ruas Jalan Penghubung Aceh

Next Post

Tokoh Muda Gayo Lues: Cacat Hukum Hanya Azas Pembenaran DPR Aceh

Next Post

Tokoh Muda Gayo Lues: Cacat Hukum Hanya Azas Pembenaran DPR Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lembaga Wali Nanggroe Serap Aspirasi Penguatan MoU Helsinki di Aceh Jaya

Lembaga Wali Nanggroe Serap Aspirasi Penguatan MoU Helsinki di Aceh Jaya

28/07/2026
Mahasiswa KKN USK Edukasi Anti Bullying dan Pancasiaga di SD Negeri 1 Bandar Baru, Siswa Antusias Ikuti Simulasi

Mahasiswa KKN USK Edukasi Anti Bullying dan Pancasiaga di SD Negeri 1 Bandar Baru, Siswa Antusias Ikuti Simulasi

28/07/2026
Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

28/07/2026
Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

28/07/2026
[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri

[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri

28/07/2026

Terpopuler

Bincang Santai FKPT Aceh: Karya Seni Dimasa Pandemi Harus Lebih Kreatif

Bincang Santai FKPT Aceh: Karya Seni Dimasa Pandemi Harus Lebih Kreatif

28/07/2020

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

Musda Demokrat Aceh Menghangat, Fakta Sejarah Organisasi Sayuti Abubakar Diungkap

Jangan Biarkan HMI Hilang di Pidie, Wabup Alzaizi Serukan Kebangkitan Kader Pengawal Perubahan

FISIP USK dan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Akademik Bertaraf Internasional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com