Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

PBB Sebut 10 Ribu Anak di Dunia Tewas Kelaparan saat Pandemi

Admin1 by Admin1
29/07/2020
in Internasional
0

Jakarta – Kasus kelaparan akibat pandemi virus corona (Covid-19) dilaporkan menyebabkan sepuluh ribu kematian anak dalam satu bulan terakhir.

Menurut data yang disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelum dipublikasikan dalam jurnal medis Lancet, lebih dari 550 ribu anak setiap bulan menderita kekurangan gizi. Selama lebih dari setahun, angka itu naik 6,7 juta dari total 47 juta kasus pada tahun lalu. Kasus kelaparan secara permanen telah merusak anak-anak secara fisik dan mental.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (28/7), di Burkina Faso misalnya, satu dari lima anak mengalami kekurangan gizi kronis. Harga makanan kian melonjak dan 12 juta dari 20 juta warga negara tidak memiliki pasokan pangan yang cukup untuk makan.

Dari kawasan Amerika Latin ke Asia Selatan hingga Afrika sub-Sahara, ada lebih banyak keluarga yang tidak memiliki pasokan makanan yang cukup.

Pada April lalu, kepala Program Pangan Dunia (WFP), David Beasley, memperingatkan bahwa ekonomi di bawah virus corona akan menyebabkan kelaparan global tahun ini.

Lembaga itu memperkirakan, pada Februari, satu dari setiap tiga orang di Venezuela mengalami kelaparan dikarenakan inflasi dan memaksa jutaan orang mengungsi ke luar negeri. Kemudian pandemi virus corona pun datang.

“Orang tua dari anak-anak itu tidak bekerja. Bagaimana mereka akan memberi makan anak-anak mereka?,” kata Annelise Mirabal yang bekerja dengan sebuah yayasan yang membantu anak-anak kekurangan gizi di Maracaibo, sebuah kota di Venezuela yang paling parah terdampak pandemi.

Saat ini banyak pasien baru merupakan anak-anak migran yang melakukan perjalanan panjang dari Peru, Ekuador, atau Kolombia ke Venezuela. Keluarga anak-anak itu menjadi pengangguran dan tidak dapat membeli makanan selama pandemi.

“Setiap hari kami menerima anak yang kekurangan gizi,” kata dr. Fransisco Nieto yang bekerja di rumah sakit di negara bagian Tachira.

Nieto mengenang, pada Mei setelah dua bulan karantina di Venezuela, ada anak kembar berusia 18 bulan tiba di rumah sakitnya dengan tubuh kembung karena kekurangan gizi.

Ibu dari anak-anak itu menganggur dan mereka tinggal hanya berdua dengan ibunya. Sang ibu mengatakan kepada dokter bahwa dia hanya bisa memberi minuman sederhana yang dibuat dari pisang rebus.

Ketika dokter mencoba mengobati anak-anaknya, salah satu dari mereka menderita “sindrom refeeding” yaitu makanan dapat menyebabkan kelainan metabolisme. Lalu delapan hari kemudian, dia meninggal.

Nieto mengatakan meski kelompok sukarelawan telah memberikan bantuan, tapi upaya mereka terhalang oleh karantina Covid-19.

Sumber: CNNIndonesia

Tags: AnakCoronapbb
Previous Post

MAA Aceh Besar Perjuangkan Hak-Hak Masyarakat Adat

Next Post

Perpres Baru Jokowi, BIN Punya Deputi Intelijen Aparatur

Next Post
Ini Aktivitas Presiden Jokowi Selama di Aceh

Perpres Baru Jokowi, BIN Punya Deputi Intelijen Aparatur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

03/11/2026
Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

03/11/2026
Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

03/11/2026
Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

03/11/2026
Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

03/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Sukandi Salah Minum Obat : Abas Jadi Corong Ala, Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Pengurus Nya

PBB Sebut 10 Ribu Anak di Dunia Tewas Kelaparan saat Pandemi

Rahmat MPI Raih Juara Lomba Catur Tarbiyah Fair 2026 IAIN Takengon

Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com