SINGKIL- Gelombang besar dan angin kencang yang melanda wilayah pesisir barat Kabupaten Aceh Singkil beberapa hari lalu mulai mereda. Di laut Pulau Banyak Barat, Minggu, 02/08/2020 cuaca cerah berawan seolah manghadirkan harapan baru bagi nelayan.
Awan putih pelan berjalan mengikuti arah angin. Di permukaan laut awan terlihat indah bak lukisan yang baru kering di atas sketchbook terbaik. Dari ufuk timur menuju ufuk barat awan bergerak melintasi tumpukan sampah yang mengotori pesona laut yang indah. Sampah yang mengapung pun sungguh mengganggu pemandangan bagi siapa saja yang melihatnya. Tak terkecuali bagi nelayan. Selain mengganggu biota laut, sampah juga bisa merusak kipas mesin perahu para nelayan.
“Itu batang (pohon) keladi yang terbawa ombak, arus dan angin ke sini (laut Pulau Banyak Barat) ketika cuaca buruk,” KataTgk Ramadhan, nelayan paruh baya di Kecamatan Pulau Banyak Barat
Tgk Ramadhan mengaku kelawahan bila laut kotor di penuhi sampah. Selain mengganggu putaran kipas untuk perahu (tradisional) juga mengganggu putaran ekonomi sebab tak bisa memancing ikan dengan cara trolling.

Sampah berupa pohon keladi di Laut Pulau Banyak Barat nan cantik itu diduga merupakan sampah kiriman yang entah dari mana asalnya. Pantauan atjehwatch.com, di laut Pulau Banyak Barat dalam sepekan terakhir terlihat banyak sampah yang mengotori permukaan laut setempat.
Di ketahui sekitar 70% permukaan bumi adalah lautan. Laut memiliki fungsi terpenting bagi kehidupan manusia. nahasnya lautan masih kurang terjaga kebersihannya. Lantas, sampah yang diduga kiriman di laut Pulau Banyak Barat tersebut menjadi tanggung jawab siapa?
Reporter: Ahmad Azis








