Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Bertambah Jadi 2,3 Triliun, Safaruddin: Pemerintah Aceh Harus Transparan Kelola Dana Covid-19

Atjeh Watch by Atjeh Watch
12/08/2020
in Nanggroe
0
Bertambah Jadi 2,3 Triliun, Safaruddin: Pemerintah Aceh Harus Transparan Kelola Dana Covid-19

BLANGPIDIE- Safaruddin, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta Pemerintah Aceh berlaku transparan dalam menggunakan Anggaran Penanganan dan Pencegahan Covid-19. Mengingat kini anggaran tersebut telah bertambah dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2,3 triliun.

“Pemerintah Aceh perlu menjelaskan hal ini kepada DPRA, angka Rp 1,7 triliun cukup besar. Bahkan Aceh termasuk satu dari lima daerah yang mengalokasikan dana besar untuk penanganan Covid-19. Konon lagi angkanya mencapai Rp 2,3 triliun. Pemerintah Aceh harusnya menghargai DPR Aceh dengan menyampaikan perkembangan penggunaan uang penanggulangan Covid-19. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Pemerintah Aceh harus memiliki etika,” terang Safarudin ketika dikonfirmasi oleh awak media, Rabu (12/08/2020).

Ia juga mengatakan, Pemerintah Aceh harus memberitahukan kepada DPR Aceh tentang langkah yang mereka ambil, terutama dalam penggunaan anggaran daerah, sehingga masing-masing pihak saling menghargai.

“DPR Aceh akan terus memintai keterangan kepada pihak Pemerintah Aceh terkait penggunaan anggaran, termasuk kemungkinan menggunakan hak interpelasi. Apalagi kebijakan Pemerintah Aceh itu penting dan strategis serta berdampak luas pada masyarakat terutama saat pandemi Covid-19,” kata Safarudin.

Menurut Safarudin, penambahan anggaran penanganan Covid-19 tanpa sepengetahuan DPR Aceh adalah masalah besar. Hal ini menunjukkan Pemerintah Aceh tidak pernah menganggap DPR Aceh, sebagai Wakil Rakyat itu ada.

“Kami mememinta kepada Pemerintah Aceh agar menjelaskan kepada DPR Aceh terkait skema yang diatur dalam Regulasi Penanganan Covid-19. Terutama yang menyangkut tiga hal penting, yakni Penanganan Medis, Dampak Ekonomi, dan Jaring Pengaman Sosial,”  ungkap Wakil Ketua DPR Aceh itu.

Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Aceh perlu membuat kebijakan konkret untuk mencegah penularan Covid-19. Karena program yang telah ada terkesan mengejar publisitas, dan popularitas untuk mencitrakan bahwa Aceh mampu menekan angka dari penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Dengan banyaknya jumlah tenaga medis yang tertular selama ini pemerintah juga perlu segera memberikan intensif. Itu adalah bentuk terima kasih dan perhatian terhadap mereka yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19,” pinta Safaruddin.

Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aceh, Bustami Husein, sudah di hubungi melalui Whatsapp dan telepon seluler, namun belum memberikan tanggapan terkait kenaikan angka dana penanggulangan Covid-19 di Aceh.

Reporter: Rusman

Tags: Dana covid-19 acehSafaruddin
Previous Post

Bupati Aceh Singkil: Tidak Ada Gejala, Saya dan Istri Positif Covid-19

Next Post

Syech Fadhil Penuhi Janji Pada Faisal ‘Penyelamat’ Rohingya

Next Post
Syech Fadhil Penuhi Janji Pada Faisal ‘Penyelamat’ Rohingya

Syech Fadhil Penuhi Janji Pada Faisal 'Penyelamat' Rohingya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026
BPMA, SKK Migas dan KKKS Perkuat Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas Aceh

BPMA, SKK Migas dan KKKS Perkuat Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas Aceh

21/08/2026
Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

21/08/2026
Kemnaker Perkuat Ekonomi Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi di Aceh

Kemnaker Perkuat Ekonomi Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi di Aceh

21/08/2026
Pemko Banda Aceh Dorong Gampong Dukung Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan

Pemko Banda Aceh Dorong Gampong Dukung Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan

21/08/2026

Terpopuler

Bertambah Jadi 2,3 Triliun, Safaruddin: Pemerintah Aceh Harus Transparan Kelola Dana Covid-19

Bertambah Jadi 2,3 Triliun, Safaruddin: Pemerintah Aceh Harus Transparan Kelola Dana Covid-19

12/08/2020

Kegiatan HUT RI Ke-81 di Salah Satu SMA Abdya Disorot, Siswa Laki-laki Gunakan Pakaian Perempuan Saat Perlombaan Olah Raga

Peringati HUT ke-81 RI, Residen Rehabilitasi IPWL Kayyis Ahsana Aceh Jadi Pengibar Bendera dalam Kolaborasi Bersama Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Bupati Abdya Naikkan Gaji Pasukan Hijau dan Berikan Bonus Rp 10 Juta

Dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Presentasikan Artikel pada IDMAC 2026 di Malaysia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com