BLANGPIDIE – Musyawarah Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya di Aula Mesjit At-Taqwa lantai satu, Gampong Keude Siblah Blangpidie, Minggu (04/10/2020).
Dalam musyawarah tersebut, Abdul Janan ditunjuk dan dipercaya sebagai Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Abdya Tahun Amaliyah 2020-2021.
Abdul Janan yang biasa disapa Janan terpilih secara aklamasi di arena Musycab ke ke-IX IMM Abdya yang ber Thema; “Regenerasi Kepemimpinan IMM Menuju Dakwah yang Mengembirakan di Bumoe Breuh Sigupai”.
Ia merupakan Mahasiswa aktif di Kampus STIT Muhammadiyah Abdya Jurusan Menejemen Pendidikan Islam.
“Kawan-kawan semua, posisi saya di sini adalah sebagai ketua umum, maka saya mengharapkan kerjasama dari kawan semua untuk konsisten mengawal gerakan IMM Abdya, Mari kita berkorban tenaga dan pemikiran kita untuk kemajuan IMM,” ucap Janan dalam kata Sambutan pertamanya yang di kawal oleh Anggota Kokam.
Karena menerapkan sistem pemilihan sesuai Ad/Art Organisasi selain terpilihnya Ketua Umum baru, hasil Musycab IX IMM Abdya juga menetapkan 2 orang Formatur, yaitu Riko Juanda dan Rivaldi Hasnanda.
“Nama Ketua Umum dan Formatur ditetapkan berdasarkan hasil seleksi administrasi dan wawancara, yang disepakati oleh forum musyawarah. Selanjutnya, paling lambat 15 hari kedepan harus disusun personalia kepengurusan dan diajukan SK ke DPD IMM Aceh,” ucap Sudarliadi sebagai Ketua Panitia Pemilihan.
Sebelumnya, lanjut Sudarliadi. Ada 2 calon Ketua Umum dan 14 Calon Formatur yang diajukan namanya ke Panlih, dan seiring tahapan seleksi Administrasi kemudian wawancara yang tidak memenuhi dan mengikuti tahapan.
“Semula ada 2 orang calon ketua dan 14 calon formatur, ada yang menarik kembali berkas administrasi serta tidak mengikuti tahapan seleksi,” urai mantan ketua DPD IMM Aceh itu.
Terpisah, Mudhafar Anzari selaku Ketua Karateker PC IMM Abdya kepada Atjehwatch.com menyampaikan rasa gembiranya karena pihaknya telah menjalankan tugas yang diamanahkan oleh DPD IMM Aceh untuk menyelesaikan persoalan keorganisasian IMM Abdya.
“Alhamdulillah, tugas ini sudah selesai kami jalankan sejak DPD IMM Aceh menerbitkan SK Karateker 28 Juni 2020, ini semua berawal dari inventarisir masalah yang melibatkan Pengurus PK IMM STIT dan PK IMM STKIP Abdya beserta kader,’ ujar Mudhafar.
Menurut Mudhafar, apapun persoalan lembaga yang muncul harus bisa diselesaikan secara musyawarah kepemimpinan.
“Organisasi ini punya sisitem dan koridor organisasi, jadikanlah itu sebagai pedoman berorganisasi. Tiada masalah yang tidak bisa kita selesaikan dengan bermusyawarah,” pungkasnya.
Musyawarah tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Barat Daya Ir. H. Mismahruddin Mahdi yang dihadiri Oleh Organisasi Otonom setingkat daerah, para alumni IMM dan undangan lainnya.
Reporter: Rusman








