ACEH SINGKIL- Rambu-rambu laut di Desa Haloban Kecamatan Pulau Banyak Barat sejak tiga bulan roboh dan belum diperbaiki.
Menyikapi hal itu, nelayan meminta kepada pemerintah setempat untuk segera melakukan upaya perbaikan. Terlebih rambu laut merupakan petunjuk jalan bagi nelayan dan bisa mengancam keselamatan jika tidak diperbaiki.
Hal itu disampaikan nelayan Desa Haloban, Armin kepada Atjehwatch.com, Sabtu (21/11/2020).
Menurutnya, rambu-rambu laut sangat penting bagi nelayan sebagai petunjuk jalan agar tidak melintas di tempat itu tidak bisa dilalui karena dangkal. Terutama pada saat malam hari, baik saat nelayan pergi melaut maupun pulang
“Kita berharap perhatian dari pemerintah setempat agar memperhatikan nelayan, apalah salahnya diperbaiki (rambu-rambu laut),” ucap Armin.
Sementara itu, Panglima Laot Lhok Haloban, Anhar R, membenarkan jika 1 unit tiang rambu-rambu laut di depan Pulau Lamun Desa Haloban roboh dan tenggelam.
“Kira-kira di bulan Agustus 2020 tumbangnya, akibat putus jangkar,” kata Anhar R.
Kemudian, tambah Anhar R, memang lokasi rambu-rambu laut yang roboh merupakan wilayah yang sering dilalui belayan, sehingga bila tidak segera di perbaiki berpotensi mengancam keselamatan bagi nelayan.
“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, pengharapan besar kepada pemerintah ada perbaikan dan penambahan rambu-rambu laut di Haloban khususnya, Pulau Banyak Barat umumnya,” katanya mengakhiri.
Pantauan Atjehwatch.com, dengan robohnya 1 unit tiang (besi) rambu-rambu laut di depan Pulau Lamun, maka hanya tersisa 1 unit tiang lagi yang terletak di depan Dermaga Jetty Pulau Banyak Barat dan 1 unit pelampung suar yang terpasang di muara Salol Sepo Desa Haloban.
Reporter: Ahmad Azis









