Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Uang Beredar Tembus Rp6.817,5 T per November 2020

Admin1 by Admin1
30/12/2020
in Ekonomi
0

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas nasional atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp6.817,5 triliun pada November 2020. Jumlahnya meningkat 12,2 persen secara tahunan dari November 2019.

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyatakan peningkatan jumlah uang beredar (M2) didukung jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) yang tumbuh 15,8 persen pada bulan yang sama. Sementara, uang kuasi tumbuh 10,7 persen.

“Berdasarkan faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 pada November 2020 didorong oleh peningkatan aktiva dalam negeri bersih di tengah perlambatan aktiva luar negeri bersih,” kata Erwin dalam keterangan resmi, Rabu (30/12).

Tercatat, aktiva dalam negeri bersih tumbuh 12,9 persen pada November 2020. Sedangkan aktiva luar negeri bersih meningkat 10,3 persen.

Erwin mengungkapkan kenaikan aktiva dalam negeri bersih dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan bersih lain, khususnya pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh BI.

“Pertumbuhan ekspansi keuangan pemerintah juga masih tinggi,” imbuhnya.

Sedangkan pertumbuhan kredit bank masih berada di zona kontraksi, tepatnya minus 1,7 persen menjadi Rp5.453,9 triliun pada bulan lalu. Laju kredit semakin terpuruk setelah sebelumnya minus 0,9 persen pada Oktober 2020.

“Ini sejalan dengan permintaan yang masih belum kuat. Penurunan laju penyaluran kredit kepada debitur korporasi,” tuturnya.

Rinciannya, laju kredit korporasi minus 3,4 persen dan kredit perseorangan naik 0,7 persen. Berdasarkan penggunaannya, kredit modal kerja (KMK) minus 3,8 persen, kredit investasi tumbuh 0,2 persen, dan kredit konsumsi minus 0,2 persen.

Namun, kredit properti naik 3,7 persen dan kredit konstruksi 3,6 persen. Sementara, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) tumbuh 3,6 persen, sedangkan kredit real estate tumbuh 4,3 persen.

“Terutama untuk KPR tipe 22 sampai 70 di Jawa Barat dan Jawa Timur,” jelasnya.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 11,3 persen menjadi Rp6.401,7 triliun. Namun, DPK melambat dari bulan sebelumnya 11,6 persen.

“Perlambatan DPK terjadi pada nasabah korporasi maupun perorangan,” terangnya.

Rinciannya, simpanan berjangka alias deposito melambat dari 8,1 persen menjadi 7,4 persen. Hal ini terjadi karena ada perlambatan deposito valas terutama di DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Lalu, pertumbuhan giro melambat dari 19,1 persen menjadi 17,3 persen. Utamanya di giro rupiah di DKI Jakarta dan Papua.

Sebaliknya, tabungan justru meningkat dari 11,2 persen menjadi 12,2 persen karena jumlah tabungan baik rupiah dan valas meningkat di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Ini Lho Biodata ‘Aktor Pria’ dalam Video Syur Gisella Anastasia

Next Post

Pemerintah Hanya Rekrut Guru Kontrak Mulai 2021, Tak Ada PNS

Next Post

Pemerintah Hanya Rekrut Guru Kontrak Mulai 2021, Tak Ada PNS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Aceh Selatan Patroli Cegah Aksi Kejahatan

Polres Aceh Selatan Patroli Cegah Aksi Kejahatan

23/03/2026
Banjir di Lokasi Bencana Alam di Pedalaman Aceh Barat Sudah Surut

Banjir di Lokasi Bencana Alam di Pedalaman Aceh Barat Sudah Surut

23/03/2026
Para Pedagang Keripik Mulai ‘Hijrah’ dari Saree ke Padang Tiji

Para Pedagang Keripik Mulai ‘Hijrah’ dari Saree ke Padang Tiji

23/03/2026
Bupati Tarmizi Jenguk Mantan Kombatan GAM yang Sakit di Arongan Lambalek

Bupati Tarmizi Jenguk Mantan Kombatan GAM yang Sakit di Arongan Lambalek

23/03/2026
Kondisi Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Dinilai Memprihatinkan

Kondisi Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Dinilai Memprihatinkan

23/03/2026

Terpopuler

Uang Beredar Tembus Rp6.817,5 T per November 2020

30/12/2020

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com