KAIRO – Sebanyak 74 mahasiswa Aceh yang dilepas dan dipeusijuek oleh Guburnur Aceh, Nova Iriansyah, sudah mendarat di Cairo International Airport, Mesir, 24 Januari, pukul 12 waktu Cairo, setelah menempuh kurang lebih 12 jam perjalanan.
Dengan menggunakan Ettihad Airways, rombongan yang didampingi oleh Fadhlurrahman Armi, Lc, MA., pengurus IKAT Aceh yang juga alumni Maroko disambut oleh Ketua Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir, Fikri Aslami, Lc. serta para pengurus KMA lainnya.
Selanjutnya para calon dai masa depan Aceh tersebut disambut secara formal di Meuligoe Aceh (sekretariat) oleh para senior, mahasiswa Aceh yang ada di Mesir.
“Mereka disambut oleh para senior dan Majlis Syura KMA, juga dijamu masakan khas Arab sebagai simbol awal perjuangan di Negeri Piramid,” ujar Fadhlurrahman Armi, melaporkan dari Cairo.
Selanjutnya mereka didistribusikan ke apartemen-apartemen sewaan yang sudah disiapkan oleh panitia bersama IKAT Aceh dan KMA Mesir.
“Isi apartemen sudah lengkap, termasuk kasur dan selimut. Segera, mereka akan kita persiapkan untuk fokus menghadapi ujian semester di bulan Februari ini,” kata Fikri Aslami, Ketua KMA Mesir.
Sebelumnya, 74 mahasiwa tersebut dilepas oleh Gubernur Aceh di Banda Aceh. Kemudian, hari Sabtu, 23 Januari mereka bertolak ke Jakarta diantar dan ditemani oleh Senator Aceh M. Fadhil Rahmi, Lc., ketua IKAT Muhammad Fadhillah, Lc., Muhammad Zuhri Sulaiman, Lc., dan Khalid Muddatsir, Lc. dari Tim Edukasi Timteng IKAT.
“Mhn maaf gak bisa ikut ngantar ke Mesir. Selamat berjuang, smg benar-benar menjadi harapan Ummat dan agama, khususnya Aceh kedepan, “pesan Syech Fadhil yang ikut menemani transit 10 di Sukarno Hatta.
Setelah transit selama 10 jam di Bandara Soekarno Hatta, jam 12 malam pada 23 Januari, mereka bertolak ke Abu Dhabi untuk ganti peswat dan melanjutkan ke Cairo, Mesir.
Keberangkatan mahasiswa baru universitas al-Azhar ini dimediasi oleh IKAT Aceh. IKAT telah membersamai para mahasiswa ini sejak sebelum keberangkatan, yaitu selama proses sosialisasi, bimbingan belajar, persiapan menghadapi ujian al-Azhar, pemberkasan hingga pemberangkatan.
IKAT Aceh telah memediasi mahasiswa Aceh yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah sejak tahun 2013. Sekitar 500-an santri dan siswa Aceh telah difasilitasi oleh IKAT Aceh. IKAT terus berkomitmen untuk memfasilitasi dan mempermudah keinginan para santri dan siswa Aceh yang ingin mendalami ilmu agama di universitas terkemuka di Timur Tengah.








