Blangkejeren – Terjunnya harga minyak atsiri sereh wangi di Kabupaten Gayo Lues membuat para petani setempat terpukul dan butuh pembenahan dari pemerintah agar geliat ekonomi masyarakat kembali meningkat.
Guna mengatasi hal tersebut, Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani mengaku akan melakukan pembenahan, salah satunya agar masyarakat menjaga kualitas minyak sereh wangi dan menciptakan hak paten produk Gayo Lues.
“Kalau bisa kita upayakan menciptakan produk dari sereh wangi, seperti sabun, parfume atau bahan obat-obatan lain,” kata Wabup, saat memberikan penjelasan dalam Rakor penguatan harga minyak Atsiri di Kabupaten Gayo Lues di ruang Offroom Setdakab, Kamis (4/2/2021).
Sementara Kepala Bappeda H.Jata, S.E., MM menyebutkan, ada beberapa strategi untuk mengatasi kesulitan-kesulitan terkait harga minyak atsiri yang saat ini terus menurun. Antara lain agar tidak menimbun bahan mentah terlalu lama, karena berpengaruh pada kualitas dan harga. Selain itu, pengadaan alat pemisah unsur dan membuat pengolahan dengan tekhnik semi modern sehingga akan meningkatkan kualitas dan citra pengelolaan tersebut.
“Untuk saat ini di Gayo Lues sendiri sudah dilakukan pembangunan resi gudang sebagai upaya selangkah lebih maju untuk meningkatkan harga minyak sere, di sana nantinya akan disediakan alat-alat yang dibutuhkan seperti mesin pemisah unsur, tentu dengan demikian proses pengolahan akan lebih efektif dan menghasilkan mutu yang lebih bagus dibandingkan dengan pengolahan tradisional yang selama ini dilakukan,” ucap Jata.
Sementara itu, Safaruddin dari Tim Taks Force Gayo Lues mengatakan, luas lahan untuk produksi minyak atsiri saat ini seluas 16.851 Ha dan kapasitas produksi minyak sebesar 2.869 Ton. Selama ini harga minyak atsiri menurun disebabkan oleh beberapa hal diantaranya karena kualitas minyak atsiri itu sendiri kemudian belum terorganisirnya pedagang lokal dan belum berkembangnya akses pasar,.
“Pengolahan yang belum maksimal kemudian trending sudah menjual dalam bentuk turunan dan belum terbangunnya sinergi antara Pemkab, petani, pedagang dan juga stackholder,” terang syafaruddin.
Masih kata Syafaruddin, usul pemecahan dari persoalan-persoalan di atas yaitu membentuk Asosiasi Pedagang dan petani, menyiapkan regulasi untuk efektifitasnya asosiasi yang telah dibentuk seperti meningkatkan mutu dan juga harga.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani, Sekretaris Daerah Ir. Rasyidin Porang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H.Irwansyah S.si., MM, Kepala Bagian Perekonomian Roni Ismunandar, S.IP., M.Si, Kadis P2TSP Ibrahim, Rabimansyah, Safaruddin, Kadis Perdakop Syahrul, Zul Ikhsan, Kasubbag Per-UU Ali Umar S.H, Kabid Perdagangan Hidayatullah S.Sos, Staff Perdagangan Imam Muttaqin dan Roni Pasla.
Reporter: Hamsani








