Takengon – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Tengah peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Hari Pers Nasional (HPN) ke-75 yang diperingati setiap 9 Februari dengan mengusung tema “Pers Dorong Pariwisata Gayo”. Selasa, (9/2/2021)
HPN ke-75 yang digelar PWI Aceh Tengah tersebut diwarnai pemotongan tumpeng oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar didampingi Ketua PWI Aceh Tengah Jurnalisa dan Penasehat PWI Aceh Tengah Julihan Darussalam.
Selain itu, juga pemberian penghargaan kepada tiga Jurnalis senior di Kabupaten Aceh Tengah, diantaranya H Hamid Mien Tosa diwakili Julihan Darussalam, Rizal Pangeran diwakili oleh Karmiadi, dan Zulkifli Rahmat diwakili Eri Tanara sebagai bentuk penghargaan PWI Aceh Tengah atas didikasi dan bimbingannya terhadap Jurnalis di Gayo selama ini.
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dalam sambutanya meminta para insan pers di Kabupaten Aceh Tengah harus kritis dan objektif dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas.
“Jangan tebang pilih, wartawan harus mengkritiki pemerintah demi kemajuan dan pembanguan daerah ini. Dan kami siap dikeritik karena tanpa adanya kritik yang membangun kita tidak akan berkembang,“ kata Shabela Abubakar
Shabela juga menyampikan, selama ini kepemimpinanya berasama Firdaus telah banyak mendapat penghargaan (prestasi), namun agak kurang dipublis.
“Kita telah banyak mendapat prestasi, hanya saja kurang dipublis ke publik,“ sebut Shabela.
Mantan Kepala Dinas Keuangan Bener Meriah itu juga menyebutkan, akhir-akhir ini ada yang menanyakan apakah saya maju pada Pilkada mendatang. Menurutnya bukan saatnya untuk menjawab hal itu, namun jika ada lawan yang Shabela mengaku siap maju.
“Saya siap maju pada Pilkada mendatang kalau ada lawan yang kuat. Kalau lawan enggak berdaya ngapain saya maju,“ ujar Shabela yang disambut tepuk tangan oleh tamu undangan HPN itu.
Shabela berharap, insan pers turut andil dalam memperomosikan pariwisata dan potensi yang dimiliki daerah ini.
Sebelumnya, Ketua PWI Aceh Tengah, Jurnalisa menyampaikan, peringatan HPN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini HPN diperingati dengan kesederhanaan.
“Tahun lalu kami mengikuti HPN di Kaliman Selatan yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo. Tahun ini karena kita dirundung wabah pendemi Covid-19, semua agenda secara nasional yang seharusnya tahun 2021 ini HPN di peringati di Sulawesi Utara, terakhir oleh Ketua PWI Pusat ditarik ke DKI yang digelar secara internal secara daring,“ kata Jurnalisa.
Jurnalisa menambahkan, untuk tahun ini Presiden RI Joko Widodo menyapa pengurus PWI Aceh dari atas kapal Aceh hebat Satu di Ule-le.
“Langsung Jokowi menyapa Gubernur Aceh dan segenap pengurus PWI Aceh,“ ungkap Wartawan Harian Rakyat Aceh itu.
Perkembangan media sejauh ini, lanjut Jurnalisa, dengan teknologi semakin canggih banyak teman kami mengalami diskrusi.
“Diskrusi dalam artian munculnya media-media sosial dan media sosial lainnya dengan bermacam bentuk sehingga persaingan ketat media semakin ‘sehat’ sebenarnya tetapi perusahan-perusahan pers yang berdiri tegap hari ini banyak mengalami kendala,” ujarnya.
“Seperti yang kita ketahui, media menstrim (media koran) di beberapa kabupaten mulai berjatuhan akibat persaingan media sosial dan media-media lainnya,” tutur Jurnalisa.
Jurnalisa menambahkan, dalam memperingati HPN ke-75 ini, mengambil tema “Pers Mendorong Pariwisata Gayo“. Artinya Pers Aceh Tengah juga punya andil besar dalam mendorong pariwisata lokal ini dengan mengikutsertakan seluruh elemen.
“Dua tahun belekangan ini kami melihat, kunjungan wisatawan ke Aceh Tengah makin meningkat, sehingga banyak lokasi penginapan di kota dinggin ini tidak mencukupi lagi. Justru itu perlu membangun sport-sport baru atau homestay-homestay yang alhamdulilah Pemerintah Aceh Tengah mengratiskan izin untuk pembangunan homestay, “ tutup Jurnalisa.
Reporter: Romadani








