Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

AS Kembali Sanksi Dua Pemimpin Junta Militer Myanmar

Admin1 by Admin1
23/02/2021
in Internasional
0

Jakarta – Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi terhadap dua pemimpin junta militer Myanmar terkait kudeta yang telah berlangsung selama tiga pekan.

Kedua pemimpin tersebut yakni Jenderal Maung Maung Kyaw yang memimpin angkatan udara dan Letnan Jenderal Moe Myin Tun masuk ke Negeri Paman Sam.

“Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih jauh terhadap mereka yang melakukan kekerasan dan menekan keinginan rakyat. Kami tidak akan goyah dalam mendukung rakyat Burma,” kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken seperti mengutip AFP.

AS juga memperingatkan pemulihan demokrasi dan tindakan lebih lanjut terkait aksi demo yang telah menewaskan tiga orang di Myanmar.

“Kami menyerukan kepada militer dan polisi untuk menghentikan semua serangan kepada pengunjuk rasa, segera bebaskan semua tahanan secara tidak adil, menghentikan serangan dan intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis serta memulihkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis,” kata Presiden Joe Biden dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman sanksi baru ini disampaikan hanya berselang beberapa jam setelah Uni Eropa menyetujui pemberian sanksi kepada junta militer berupa penangguhan bantuan finansial untuk program reformasi pemerintahan Myanmar.

“Kami sepakat untuk menjatuhkan sanksi terhadap militer yang bertanggung jawab atas kudeta dan kepentingan ekonomi mereka,” ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell,sebagaimana dikutip AFP, Senin (22/2).

Ia kemudian berkata, “Semua bantuan finansial langsung dari sistem pembangunan kita untuk program reformasi pemerintahan [Myanmar] ditangguhkan.”

Meski demikian, Borrell memastikan bahwa Uni Eropa tidak akan memutus hubungan dagang dengan Myanmar karena akan berdampak pada masyarakat umum di negara tersebut.

Dua pekan lalu, Presiden Biden telah menjatuhkan sanksi pertama berupa pembekuan aset senilai US$1 miliar. Dana pemerintah Myanmar yang disimpan di AS itu dibekukan untuk mencegah para jenderal mengakses.

“Saya telah menyetujui perintah eksekutif baru yang memungkinkan kami untuk segera memberikan sanksi pada para pemimpin militer yang mengarahkan kudeta, kepentingan bisnis mereka, serta keluarga dekat mereka,” ucap Biden pada 10 Februari lalu.

Selain AS dan Uni Eropa, Myanmar sejauh ini juga telah menerima sanksi dari Inggris dan Kanada. Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa juga berencana menjatuhkan sanksi atas militer Myanmar yang melancarkan kudeta sejak 1 Februari lalu.

Myanmar terus menjadi sorotan dunia dan sejumlah senior partai berkuasa, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Militer juga mengumumkan kudeta selama setahun mendatang dan menjanjikan untuk menggelar pemilu ulang.

Pengumuman itu menuai protes dan mogok besar-besaran di sejumlah kota di Myanmar. Aksi bentrok antara polisi dan pedemo pun tak terhindarkan. Setidaknya tiga orang pedemo sejauh ini tewas terkena tembakan polisi.

Sumber: CNNIndonesia

Tags: amerikaMyanmar
Previous Post

Yuk, Puas-Puasi Makan Apam di Pidie Hari Ini

Next Post

BI Tuding Bank Coba Keruk Untung Lebih di Tengah Pandemi

Next Post
Pemerintah Jamin Reformasi Sistem Keuangan Tak Ganggu Bank Indonesia

BI Tuding Bank Coba Keruk Untung Lebih di Tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

AS Kembali Sanksi Dua Pemimpin Junta Militer Myanmar

23/02/2021

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com