Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Asa Waddiah ‘Cekgu Honorer’ dari Pulo Aceh

Admin1 by Admin1
04/03/2021
in Feature
0
Asa Waddiah ‘Cekgu Honorer’ dari Pulo Aceh

WANITA muda itu berkulit sawo matang. Jilbab hitam menutup dari kepala hingga dada.

Ada bayi dalam gendongan yang sedang terlelap tidur. Sang bayi digendongnya dari ruang kelas yang satu ke ruang kelas lainnya.

Sementara di depan wanita tadi, beberapa bocah berseragam terlihat sibuk mencatat dengan kepala sesekali menoleh ke jendela.

Kening sang wanita sedikit berkerut saat melihat beberapa pria memasuki halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lampuyang, Rabu pagi 3 Maret 2021.

“Dari pat pak?” tanyanya hati-hati pada rombongan yang datang.

Ia kemudian tersenyum tatkala mengetahui jika yang berkunjung adalah senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc.

Wanita tersebut bernama Waddiah. Ia merupakan alumni FKIP PGSD Unsyiah yang mengabdi di tanah kelahirannya, Pulo Aceh, sejak 2007.

Waddiah masih berstatus honorer. Ia tidak masuk dalam kategori K2 yang di-PNS-kan oleh pemerintah, beberapa tahun yang lalu.

“Lon mengajar dari 2007. Lulus D2 PGSD Unsyiah. Tahun 2008 lon sambung S1,” kata wanita hitam manis ini.

Sebelumnya, Waddiah mengaku mengajar di SD desa lainnya yang jauh dari Lampuyang. Baru beberapa tahun terakhir ia pindah ke SD Lampuyang, yang merupakan desa kelahirannya.

“Niat saya memang ingin mengajar di Pulo Aceh, tempat kelahiran, meskipun masih berstatus honorer,” katanya lagi.

Meski kerja kerasnya tak seberapa dibayar, Waddiah mengaku patang menyerah.

Ia sudah mengabdi dari saat masih gadis hingga kini menikah dan beranak dua.

“Anak saya yang pertama, satu sudah kelas 3, dan ini yang kedua,” ujar dia sambil menunjuk ke arah bayi dalam gendongannya.

Setiap hari, Waddiah selalu membawa bayinya yang masih kecil tersebut saat mengajar.

Waddiah berharap agar pemerintah dapat membantu dirinya dan guru-guru honorer lainnya di Aceh untuk diberi kesempatan menjadi pegawai negeri.

“Nyan harapan kamoe,” katanya.

Syech Fadhil sendiri menyemangati Waddiah agar terus memberikan yang terbaik untuk anak-anak di Pulo Aceh.

Previous Post

Babinsa Ikut Sukseskan Vaksinasi Nakes di Puskesmas Bineh Krueng Tahap II

Next Post

Kemenag Aceh Barat Rakor RKA-SK Tahun 2022

Next Post
Kemenag Aceh Barat Rakor RKA-SK Tahun 2022

Kemenag Aceh Barat Rakor RKA-SK Tahun 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

20/09/2026
13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

20/09/2026
Malik Mahmud: Partai Aceh Harus Kembali Kepada Amanah Perjuangan, Jaga Persatuan dan Hadir Untuk Rakyat

Malik Mahmud: Partai Aceh Harus Kembali Kepada Amanah Perjuangan, Jaga Persatuan dan Hadir Untuk Rakyat

20/09/2026
Pelatihan Digital Marketing Menggunakan AI Hadir di Banda Aceh

Pelatihan Digital Marketing Menggunakan AI Hadir di Banda Aceh

20/09/2026
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Asa Waddiah ‘Cekgu Honorer’ dari Pulo Aceh

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com