USAI kejadian, rumah Adi sempat dipasang garis polisi oleh aparat keamanan setempat. Sedangkan jenazah Ramlah dimandikan serta dikafankan di rumah saudara mereka yang juga tak jauh dari TKP.
Jenazah Ramlah dikebumikan di desa tempat orangtuanya tinggal, yaitu Desa Lam Kunyet, Lampeunerut, Kabupaten Aceh Besar.
“Di Lam Kunyet juga digelar samadiah. Makanya mereka tak bisa datang ke sini. Sama-sama ada samadiah,” kata Adi.
“Kami juga tak mungkin tak menggelar samadiah di sini dan pergi ke sana (Lam Kunyet-red). Ini rumah dasar kami,” ujar Adi lagi.
Adi berharap istrinya itu mendapat tempat yang layak di sisi Allah Swt.
“Apalagi ia meninggal pada Jumat pagi,” kata Adi lagi sambil menitihkan air mata.
Beberapa saudara Adi, yang juga saudara Putra (pelaku-red), mengaku sempat berkunjung ke Mapolsek guna melihat Putra pasca kejadian.
“Tatapannya terlihat kosong. Ia tidak banyak bicara,” ujar sumber lainnya.
“Kahana soe brie bue lee lon (Sudah tak ada lagi yang kasih nasi saya),” kata sumber mengulang perkataan Putra.
“Kejadiannya seperti di luar logika.”
Sementara untuk motif pembacokan sendiri, polisi masih melakukan penyidikan dan memeriksa pelaku yang kini telah diamankan di Mapolsek Meuraxa. Penahanan pelaku dilakukan untuk menghindari amuk massa di lokasi
“Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Meuraxa,” ujar Kapolsek Meuraxa, Iptu Sujono.
[Selesai]










