WANITA muda itu duduk di atas kursi roda. Pinggang hingga kakinya ditutup dengan kaki panjang.
Di sampingnya ada ranjang kayu kecil yang sering dijadikannya sebagai tempat rebahan.
Dua bocah kecil berguling-guling di sana sambil bermain.
Ada juga stiker calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 Aiyub Abbas dan Said Mulyadi yang tertempel di dinding dengan warna setengah luntur.
Senyum sang wanita mengembang saat melihat rombongan senator muda DPD RI HM Fadhil Rahmi Lc, berkunjung ke rumahnya yang sederhana, di Desa Reusep, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya,Senin malam 26 April 2021.
Sang senator membawa menu berbuka dan makanan dalam jumlah yang tak sedikit. Padahal jadwal berbuka sudah berlalu sekitar sejam yang lalu.
“Tadi rencananya mau buka puasa di sini, tapi karena kendala di jalan jadi dibungkus ke sini,” ujar pria yang akrab disapa Syech Fadhil.
Sedangkan sang wanita tadi bernama Anita Safriani, 30 tahun. Ia adalah tenaga honorer lepas di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pidie Jaya.
Cerita pemecatan Anita, demikian ia biasa disapa, viral di media sosial. Ia dipecat usai beberapa bulan divonis sakit.
Kedatangan Syech Fadhil sendiri atas dasar kemanusian. Ia mengaku tersentuh dengan musibah yang dialami oleh Anita.
Kepada Syech Fadhil, Anita mulai bercerita soal kemalangan yang dideritanya selama ini.
“Saya sudah honor 11 tahun,” ujar Anita.
Namun Anita kemudian divonis menderita penyakit lumpuh sebagaimana diagnosa dr Khairunnisa Hasibuan SpS dengan Susp Multiple Skirosis (Gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang) sejak Mei 2020 lalu.
Sayangnya, kata dia, disaat dirinya menderita sakit, dalam SK honorer 2021, namanya justru dihapus.
Pengabdian Anita selama 11 tahun menjadi sia-sia hanya karena dirinya divonis sakit kini.
“Saya sudah pernah menelpon Pak Puteh (Kadis DPMPTSP-red) terkait hal ini. Katanya, sudah terima saja,” lirik Anita lagi dengan nada sedih.
Suasana kemudian berubah kaku.
Beberapa keluarga Anita kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan ke persoalan lain.
Syech Fadhil, di akhir pertemuan, berharap Anita dapat tabah dalam menghadapi cobaan hidup.
“Jangan bergantung sama manusia. Bergantung hanya kepada Allah Swt,” ujar Syech Fadhil.
Syech Fadhil sendiri mengaku akan mengadvokasi persoalan yang dihadapi Anita sebisa mungkin. Hal ini kemudian diamini oleh seluruh keluarga di sana.
“Terutama dari segi kemanusiaan.”
Sekitar pukul 20.30 WIB, Syech Fadhil dan rombongan izin pamit.
“Kami ada kegiatan di Bireuen malam ini,” ujar Syech Fadhil sebelum berlalu.
Sementara itu, sekitar sejam usai pertemuan tadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) merilis bahwa pihaknya memastikan tidak pernah memecat salah satu Tenaga Honor Lepas (THL) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Anita Safriani (30) warga Gampong Reusep, Kecamatan Trienggadeng.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pijay, Ir Jailani Beuramat mengatakan, Pemkab tidak pernah menzalimi setiap THL yang bertugas di jajaran Pemkab atau Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) apalagi memecat yang bersangkutan yang kini sedang
“Kami pastikan sebagai nilai kemanusian yang paling dalam bahwa yang bersangkutan (Anita Safriani) sejak 29 Januari 2021 lalu telah diusulkan pindah tugas oleh DPMPTSP berdasarkan surat nomor Pwg.800/17 yang ditandatangani oleh Ir Puteh A Manaf untuk menjadi THL pada Kantor Kecamatan Trienggadeng agar akses tugas dapat lebih terjangkau dalam bekerja apalagi setelah sembuh dari sakit,”tegasnya.
Selain itu juga sebagai kebijakan dan pertimbangan kemanusian terhadap THL tersebut pihak Pemkab Pijay telah membayar jerih honor sejak yang bersangkutan didera sakit lumpuh sejak Mei sampai Desember 2020 lalu.
Karenanya Pemkab sangat menyesali terhadap adanya informasi secara sepihak di berbagai Media Sosial (Mesos) yang menyebut bahwa Pemkab telah memecat THL tersebut. []










