Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Menyingkap Akar Konflik Israel-Palestina

Admin1 by Admin1
18/05/2021
in Internasional
0
Menyingkap Akar Konflik Israel-Palestina

Ilustrasi bendera Palestina. (AFP/Said Khatib)

Jakarta – Perang antara Israel dan Hamas kembali mengoyak wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Ratusan orang meninggal. Kejadian itu adalah rentetan dari sejarah panjang konflik Israel dan Palestina. Pertikaian antara kedua belah pihak sudah berlangsung puluhan tahun.

Perselisihan di Timur Tengah terjadi saat kaum Yahudi mulai bermigrasi ke Palestina sejak 1920-an. Pemicunya adalah kemunculan gerakan keagamaan yang berubah menjadi politis yakni Zionisme yang dimotori oleh Theodore Herzl.

Para penganut Zionisme meyakini mereka warga Yahudi di seluruh dunia harus kembali ke tanah yang dijanjikan, yakni Zion yang merupakan wilayah yang diapit Suriah, Yordania, Mesir dan Laut Mediterania. Nantinya mereka harus mendirikan negara khusus bagi bangsa Yahudi di sana, yang kini dinamakan Israel.

Perlahan warga Yahudi yang datang dari Eropa membeli tanah di Palestina. Namun, sejak itu pula warga Yahudi kerap terlibat pertikaian dan sengketa lahan dengan warga Arab.

Konflik di kawasan Timur Tengah itu semakin tajam ketika orang Yahudi yang lari dari Eropa akibat Perang Dunia II mendirikan negara Israel di tanah Palestina. Saat itu wilayah Palestina dikuasai Inggris setelah Kesultanan Turki Utsmani kalah dalam Perang Dunia I.

Orang-orang Yahudi Israel lantas perlahan-lahan mengusir warga Palestina dari tanah kelahiran mereka.

Sejak saat itu, timbul protes keras oleh rakyat Palestina.

Terkait itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan sidang pada 1947. Salah satu hasil sidang tersebut berisi pembagian wilayah Palestina bagi Yahudi dan Muslim.

Akan tetapi, keputusan itu ditolak oleh perwakilan Palestina. Mereka menuntut supaya seluruh wilayah yang direbut dan diduduki Yahudi Israel dikembalikan.

Karena kedua belah pihak tetap berkeras, maka pada 1947 sampai 1948 bangsa Yahudi Israel berperang dengan bangsa Arab Palestina. Kemudian Israel dan bangsa Arab Palestina bersepakat melakukan gencatan senjata.

Akibatnya, 80 persen dari wilayah Palestina dikuasai oleh kaum Yahudi. Namun, saat itu 150 ribu warga Palestina masih tinggal di sana dan mereka lambat laun diusir dari tanah kelahirannya hingga terpaksa tinggal di kamp pengungsian di Yordania, Suriah dan Libanon.

Tanah Palestina saat itu masih dihuni warga Arab ketika kelompok Yahudi Zionis mendirikan negara Israel Raya pada 14 Mei 1948. Proklamasi itu dibacakan oleh pemimpin warga Yahudi sekaligus menjadi Perdana Menteri Pertama Israel, David Grun alias David Ben-Gurion.

Tidak tahan dengan penindasan yang terus dilakukan Israel, pada 1964 warga Palestina mendirikan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Salah satu tujuan didirikannya PLO yaitu menjadikan Palestina negara yang berdaulat melalui perang maupun diplomasi. PLO aktif bergerilya dalam melawan Israel yang dianggap sebagai penjajah.

Selain itu, mereka juga melakukan upaya mencari dukungan dari negara-negara Muslim Arab dan internasional dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dikutip dari Reuters, setelah 20 tahun diduduki militer Israel, yaitu pada 1987, gerakan perlawanan bangsa Palestina atau Intifadah Pertama dimulai di Wilayah Pendudukan Palestina.

Saat itu penduduk Palestina juga membentuk sejumlah organisasi massa untuk melawan Israel. Mereka adalah Fatah, Front Pembebasan Rakyat Palestina (PFLP) dan Hamas. Mereka melakukan pemberontakan dan melawan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pada 1993, Israel dan PLO membuat kesepakatan Oslo yang isinya mengakui kedaulatan masing-masing.

Israel bersedia menarik pasukan dari Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, Israel juga memberi Palestina kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa memerintah di kedua wilayah itu.

Pada, 2004 perang kembali pecah di Jalur Gaza. Dalam sebuah serangan udara, Israel menewaskan pendiri dan pemimpin spiritual Hamas, Syekh Ahmad Yassin, dan salah satu pendiri dan politikus Hamas, Abdul Aziz al-Rantissi.

Satu tahun setelahnya, Israel kembali menarik pasukan dari Jalur Gaza.

Pada 2006, milisi Hamas menangkap tentara Israel, Gilad Shalit, dalam sebuah serangan.

Penangkapan itu memicu serangan udara Israel. Shalit akhirnya dibebaskan lebih dari lima tahun kemudian dalam pertukaran tahanan.

Sejak 2008, hubungan antara Israel dan Palestina tidak bergejolak. Namun, pada 2014 Hamas dan Israel terlibat peperangan.

Pemicunya adalah penculikan dan pembunuhan tiga pemuda Israel oleh milisi Hamas. Sementara Hamas berupaya menarik perhatian dunia untuk menekan Israel supaya mencabut blokade di Jalur Gaza.

Perang itu lantas berkecamuk selama tujuh pekan. Israel menyerang Jalur Gaza dari udara dan darat. Ribuan warga Gaza meninggal dalam peperangan itu.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Viral Paduan Suara di Masjid Istiqlal, Pemprov DKI Minta Maaf

Next Post

BLT Covid Rp300 Ribu Diperpanjang hingga Juni 2021

Next Post
Uang untuk Diberikan ke Masyarakat di APBA 2020 Rp103 Miliar

BLT Covid Rp300 Ribu Diperpanjang hingga Juni 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Aceh Barat Siapkan Edaran Pembatasan Kendaraan Bermotor Bagi Siswa

Pemkab Aceh Barat Siapkan Edaran Pembatasan Kendaraan Bermotor Bagi Siswa

06/04/2026
Hizbullah Bidik Kapal Perang Israel di Pantai Lebanon

Hizbullah Bidik Kapal Perang Israel di Pantai Lebanon

06/04/2026
Iran Rilis Video Puing-puing Pesawat AS Pencari Pilot F-15 yang Jatuh

Iran Rilis Video Puing-puing Pesawat AS Pencari Pilot F-15 yang Jatuh

06/04/2026
1290 Siswa Madrasah Aliyah di Aceh Lulus SNBP 2026

1290 Siswa Madrasah Aliyah di Aceh Lulus SNBP 2026

05/04/2026
Sekcam se-Aceh Besar Gelar Halal Bihalal dan Family Gathering

Sekcam se-Aceh Besar Gelar Halal Bihalal dan Family Gathering

05/04/2026

Terpopuler

Menyingkap Akar Konflik Israel-Palestina

Menyingkap Akar Konflik Israel-Palestina

18/05/2021

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com