BANDA ACEH – Kasus Covid-19 di Aceh semakin mengkhawatirkan. Dalam 24 jam terakhir, sembilan warga yang terkonfirmasi positif meninggal dunia. Sementara 176 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, pasien yang akhirnya tidak tertolong itu rata-rata kelompok usia 60 tahun ke atas.
Para lanjut usia (Lansia) itu pada umumnya memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, jantung koroner, atau jenis penyakit komorbid lainnya, yang langsung terjadi komplikasi saat terinfeksi virus corona.
“Tingginya jumlah yang meninggal menunjukkan lemahnya perlindungan orang-orang tua dari ancaman virus corona,” katanya, Jumat malam (21/5).
Dia menjelaskan, sembilan pasien Covid-19 yang meninggal dunia itu, yakni warga Bireuen 3 orang, Pidie 3 orang, Aceh Tengah 1 orang , Aceh Besar 1 orang, dan Aceh Barat 1 orang.
Vaksinasi Rendah
Sementara itu, Saifullah Abdulgani menerangkan, progres vaksinasi terhadap lansia masih sangat rendah di Aceh.
Lansia yang telah vaksinasi dosis I baru 4.288 orang, atau hanya 1,0 persen dari target 435.651 orang. Sedangkan Lansia yang sudah menuntaskan vaksinasi dosis II sebanyak 2.551 orang atau 0,6 persen.
Saifullah mengklaim, rendahnya vaksinasi lansia di Aceh tersebut disebabkan kurangnya dukungan dari pihak keluarga.
“Anggota keluarga yang memiliki Lansia sejatinya bisa lebih aktif memotivasi dan memfasilitasi lansia untuk vaksinasi Covid-19,” ujarnya.










