LANGSA – Rangkaian webinar sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang pada 20 Mei 2021 lalu telah dibuka oleh Presiden Jokowi kembali bergulir. Kali ini di Kota Langsa, Provinsi Aceh dengan mengusung tema “Tips Mengenali Berita Hoaks atau Fakta”.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 28 Juni 2021 pukul 09.00 – 12.00 WIB ini mengupas tentang bagaimana tips mengenali berita hoaks atau fakta.
Pada webinar yang menyasar target segmen ASN, mahasiswa, serta masyarakat umum dan sukses dihadiri 468 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni psikolog juga psikoterapis, Sandi Kartasasmita; tenaga ahli IT Bappenas dan auditor SMKI, Anwar Sadat; Plt Kadis Kominfo Kota Langsa, M Husin; dan Sekda Kota Langsa, Said Mahdum Majid. Penggiat media sosial Afni Putri bertindak sebagai key opinion leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.
Sesi pertama tampil Sandi Kartasasmita, memaparkan ciri-ciri hoaks, pertama didistribusikan via e-mail atau media sosial karena efeknya besar, kedua berisi pesan yang membuat cemas dan panik para pembacanya, ketiga pengirim awal hoaks ini tidak diketahui indentitasnya, dan terakhir informasi diakhiri dengan imbauan agar si pembaca segera memforwardkan warning tersebut ke forum yang lebih luas.
Pembicara kedua, Anwar Sadat, menjelaskan cara untuk melawan hoaks adalah kuat literasi digital, gunakan internet positif, dan kampanye inovatif dan kolaborasi.
Pembicara ketiga M Husin, mengatakan peran pemuda dalam hal ini adalah mengidentifikasi berita palsu, mengajak masyarakat agar berhati-hati dengan judul provokatif, mencari alamat situs, memeriksa fakta, memeriksa keaslian foto, membuat grup antihoaks.
Pembicara keempat Said Mahdum Majid menuturkan beberapa upaya yang dilakukan Diskominfo Kota Langsa untuk mengatasi berita hoaks adalah mengoptimalkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa untuk menginformasikan kembali kepada masyarakat berkaitan dengan berita hoaks, mengadakan kerja sama dengan media massa terkemuka di daerah, membentuk kelompok informasi masyarakat untuk menangkis berita hoaks, menghubungi Kementerian Kominfo RI melalui Dinas Kominfo untuk menghapus konten hoaks dari mesin pencari Google, dan membuat situs atau aplikasi resmi yang menjelaskan kepada masyarakat tentang konten konten yang berisi hoaks.
Afni Putri sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan pentingnya membaca untuk membantu mengatasi berita hoaks agar kita tidak mudah tergiur dengan berita hoaks yang sangat menyebar saat ini. Dan juga kita harus mengkritisi setiap berita agar tidak mudah termakan dan terprovokasi oleh berita hoaks.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satunya dari Ghazy M Rizky bertanya kepada Sandi Kartasasmita, bagaimana cara pemuda menjelaskan tentang masalah literasi digital terutama anak di bawah umur untuk mengatasi berita hoaks? Narasumber menjawab pertama adalah komunikasi yang bersifat kekeluargaan, dengan orang tua kita memberikan informasi untuk membantu menambah wawasan dan menggunakan bahasa yang sopan agar tidak terkesan menggurui.
Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan masif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Namun, pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.[]










