BLANGPIDIE – Pihak Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengungkap beberapa keanehan peristiwa kaburnya sembilan narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.
“Pihak Kemenkum HAM perlu membuka CCTV di Lapas Blangpidie itu. Karena ada yang janggal dan aneh terkait kaburnya sembilan narapidana dari Lapas itu,” ungkap Ketua YARA Abdya, Suhaimi di Blangpidie, Minggu (18/07/2021).
Ketua YARA Abdya mengungkapkan hal tersebut seusai meninjau langsung ke Lapas kelas IIB Blangpidie di Kecamatan Setia Kabupaten Abdya, Sabtu (17/07) pascakaburnya sembilan narapidana kasus narkoba dan perlindungan anak dari lapas itu pada hari Jumat (16/07), sore sekitar pukul 17:25 WlB.
Menurut Suhaimi, disamping perlu membuka rekaman CCTV, pihak Kemengkumham Republik Indonesia perlu juga meminta Kepolisian mengusut peristiwa kaburnya sembilan narapidana dari Lapas kelas IIB Blangpidie tersebut.
Karena, tambahnya. Kronologis kaburnya napi lewat jendela Aula Lapas sebagaimana disampaikan Kepala Lapas sangat tidak masuk akal, dan mustahil orang dewasa bisa lolos dari lobang berukuran sekitar 40×15 cm.
“Aneh sekali, tidak masuk akal sembilan narapidana bisa kabur lewat lobang jendela berukuran sekitar 40×15 Cm. Jangankan orang dewasa, anak-anak saja susah untuk melewati dua teralis besi yang dipatahkan itu,” ungkapnya.
“Kalaupun lewat dari lobang kecil itu, tentu proses kaburnya pasti lama karena mereka (napi) harus memotong (merusak) lagi dua teralis besi jendela itu. Jadi, sangat mustahil, apalagi kejadiannya siang hari,” tambah Suhaimi lagi.
Ketua YARA Abdya menduga sembilan narapidana tersebut kabur melalui pintu utama depan Lapas Blangpidie karena saat peristiwa terjadi pintu steril dan pintu penyekat yang dijaga petugas sipil juga tidak terkunci.
“Anehnya lagi, setelah membuka pintu, napi hanya menikam satu orang petugas. Kenapa tidak kedua-duanya. Ini janggal, pihak kemengkumham perlu buka CCTV dan meminta Kepolisian mengusutnya,” papar Suhaimi.
Bukan itu saja, lanjut Suhaimi. Saat dirinya bersama beberapa wartawan ingin melihat lebih dekat jendela yang dibobol sembilan narapidana itu dari dalam, pihak Lapas Blangpidie keberatan dengan alasan sudah diberi tanggapan oleh Kakanwil, kemengkumham Aceh.
“Harusnya semua pihak boleh melihatnya, sehingga menjadi bahan evaluasi kedepan. Jadi, untuk menghindari timbulnya fitnah, maka buka saja rekaman CCTV supaya persoalan ini terang-benderang,” pinta ketua YARA Abdya.
Reporter; Rusman










