SIGLI – Pembahasan KUA PPAS Pidie anggaran 2022 sedang berlangsung di gedung DPRK Pidie. Banggar DPRK Pidie menyoroti banyak hal terkait rendahnya pendapatan pidie tahun 2022 kedepan.
Salah satu yang menjadi sorotan tajam Banggar DPRK Pidie adalah terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan daerah. Salah satunya adalah di sektor pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Sigli – Banda Aceh ( Tol Sibanceh ) dan Pembangunan Bendungan atau Waduk Rukoh.
“Tentu aktivitas program akan memanfaatkan Sumber Daya Alam Kabupaten Pidie yaitu berupa Galian C (batu dan pasir) sebagai material pembangunan kedua proyek besar tersebut dan sesuai aturan perundang-undangan merupakan objek dari pajak daerah,” kata Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail.
“Sama – sama kita ketahui bahwa aktivitas jalan tol sibanceh sudah mulai beroperasi untk Section wilayah pidie , tentu banyak sumber daya alam kabupaten Pidie yang dipakai untk pelaksanaan program strategis nasional itu terutama di galian C. Dan juga waduk rukoh sudah berjalan aktivitasnya dalam beberapa tahun ini.”
Namun, kata dia, hingga kini belum adanya pendapatan daerah dari ke 2 program strategis tersebut di dalam buku rancangan PPAS tahun 2022 sehingga belum ada pemasukan PAD dari sektor ini.
“Padahal aktivitas program ini sudah berjalan dan diprediksi akhir tahun 2022 khusus tol sibanceh ini tuntas dilaksanakan. Sedangkan kita melihat di rencana PAD Pidie di tahun 2022 belum ada indikasi adanya PAD untk kabupaten pidie di sektor ini. Memang seharusnya pemerintah Pidie lewat badan keuangan daerah harus lebih pro aktif melakukan komunikasi dengan BUMN tersebut agar PAD sektor ini sudah bisa dipetakan seberapa potensi PAD di sini dan tentu sudah termuat dalam Buku rancangan PPAS 2022.”
Oleh karenanya, kata Mahfud, hari ini menyurati kedua BUMN tersebut untuk untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemennya agar semua persoalan dapat diketahui oleh dewan dan seluruh lapisan masyarakat.
“Insya Allah RDP ini dilakukan di gedung DPRK Pidie pada Senin 16 Agustus jam 14.30. Mudah-mudahan pimpinan BUMN untuk project di Aceh tersebut bisa memenuhi undangan wakil rakyat Pidie ini,” ujarnya.










