BLANGPIDIE – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Irpannusir Rasman, S. Ag, SE, M.I.Kom menyampaikannya jika perencanaan pembangunan tanggul Break Water yang terletak di Gampong Kedai Palak Kerambil Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya sudah masuk dalam Detail Engineering Design (DED) di Balai Wilyah Sungai (BWI) I Sumatra ditahun 2022 untuk diusulkan kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kemarin sebelum kesini, saya melakukan pengecekan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera 1, perencanaan pembangunan break water Gampong Kedai Palak Kerambil sudah masuk DED tahun 2022 untuk diusulkan ke dalam APBN,” ungkap Irpannusir saat diwawancarai awak media di Blangpidie, Selasa (24/08/2021).
Apabila DED atau tahapan perencanaan sudah selesai di Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 untuk diusulkan ke APBN maka proses pembangunan proyek tersebut sudah bisa dilakukan tender walaupun ditahun yang sama.
Irfannusir juga menerangkan, jumlah anggaran untuk pembangunan tanggul pemecah ombak disepanjang pesisir pantai di wilayah Gampong tersebut dibutuhkan sekitar Rp. 50 atau 70 miliar rupiah. Maka dari itu, katanya, anggaran pembangunan harus dimasukkan kedalam APBN, lantaran Otsus APBA tidak mampu menangani permalasahan tersebut akan
“Perkiraan kita, dengan jumlah anggaran tersebut panjang pembangunan break water mencapai 1 kilometer, dan ini masih perhitungan kasar kita, karena lebih jelasnya pihak pengerjaan yang lebih mengetahuinya,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, setiap tahunnya sepanjang Gampong Kedai Palak Kerambil dan sepanjang pesisir Pantai Jilbab, Kecamatan Susoh, Abdya selalu diterjang abrasi.
Akibatnya, beberapa rumah warga yang tinggal berdekatan dengan laut hancur diterpa ombak besar setinggi 2 hingga 3 meter.
Bahkan, bulan lalu sejumlah rumah warga yang berada di pesisir pantai di Kedai Palak Kerambil rusak karena dihantam abrasi.
Selain rumah, menurut informasi yang dihimpun awak media, beberapa warung yang berjualan di sepanjang bibir Pantai Jilbab juga mengalami kerusakan bahkan ada yang hanyut terbawa air laut.
Reporter: Rusman









