Oleh : Naura Azkia, S.Tr.Keb*
Memasuki akhir tahun 2021, pandemi COVID-19 masih jauh dari kata “berakhir”, nyaris 2 tahun masyarakat harus beradaptasi dan hidup berdampingan dengan pandemi covid-19. Tak terbantahkan, pandemi covid-19 mampu mengubah perilaku masyarakat dan peradaban manusia . senang tidak senang, masyarakat harus mengikuti kebiasaan baru dengan mematuhi protokol Kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan tidak bersentuhan fisik secara langsung.
Semua adaptasi ini dilakukan mutlak untuk memutuskan rantai virus covid-19. Masyarakat yang tidak mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini ditakutkan akan tergerus oleh perkembangan zaman. semua lapisan masyarakat merasakan dampak pandemi ini, tanpa terkecuali. . Ruang dan gerak sangat terbatas untuk melakukan aktivitas selama pandemi. Tidak ada satupun yang mampu menolak kehadiran virus ini.
Namun hidup harus terus berlanjut, tidak ada kata menyerah apalagi pasrah dengan keadaan, masyarakat dituntut untuk terus kreatif dan inovatif dimasa pandemi untuk bertahan hidup. Bagaimana tidak, covid-19 tidak hanya berdampak pada Kesehatan, namun juga pada ekonomi masyarakat, hampir semua sektor pekerjaan terkena dampak wabah corona.
Alhasil, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran tak terelakkan. Kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba bisa membuat Kesehatan mental terganggu. Tak hanya itu, dengan menurunnya income (pendapatan), tidak adanya pekerjaan dan menjadi pengangguran, masalah gizi juga akan menjadi sangat rentan karena masyarakat akan cenderung berhemat dan mengurangi membeli pangan yang bergizi.
Berangkat dari permasalahan diatas, dalam menghadapi covid-19, bangsa Indonesia tidak boleh menghadapinya dengan panik. Pemerintah sudah membuat kebijakan, kini tinggal bagaimana seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, ulama, dan pemuda saling bahu membahu dalam melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kita dituntut untuk berpikir sistem, karena seluruh masyarakat Indonesia mempunyai potensi dalam menyelesaikan pandemi ini, kita mempunyai keahlian masing-masing, dimana ketika keahlian tersebut digabungkan akan menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa untuk penanganan covid-19 ini.
Bangsa Indonesia harus menyatukan pandangan dan memiliki pemahaman yang sama, jangan sampai terpecah belah. Seluruh anak bangsa harus berhenti saling curiga, mulai bergandengan tangan, mengerahkan segala daya dan upaya untuk mengatasi pandemi ini. Karena keselamatan bangsa ada pada anak bangsa sendiri, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri tanpa masyarakat, begitupun sebaliknya.
Semua terkait erat dan saling menguatkan. Sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia menunjukkan kembali makna persatuan dan kesatuan.
Pandemi ini memang amat menakutkan namun sekaligus menjadi sebuah tantangan, agar kita mampu bangkit dari keterpurukan. Hidup adalah peluang bagi mereka yang mampu membuka pikiran dan mengedepankan keberanian. Seberat apapun masalah yang bangsa kita hadapi, jika kita mampu bersatu maka segala permasalahan akan bisa kita atasi dengan baik. Semangat gotong royong tidak boleh dilupakan, termasuk dalam menghadapi situasi pandemi covid-19 ini.
*Penulis adalah hasiswi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala







