JAKARTA – Aliansi Ketua Himpunan Mahasiswa (HMI) se-Aceh melakukan aksi damai untuk penolakan pertambangan yang akan mengeksploitasi kawasan ekosistem lauser di seputaran Patung Kuda, ibu kota Jakarta, Senin, 24 Januari 2022.
Aksi yang dilakukan dalam tuntutan menolak tambang PT LMR, mendesak menteri koordinator Marves, menteri ESDM, menteri investasi dan Gubernur Aceh mencabut ijin tambang PT LMR di Aceh.
Penolakan eksploitasi tambang emas itu disuarakan para Ketua HMI Se-Aceh dalam aksi damai yang berlangsung dari pukul 14:30 Wib hingga selesai
Koordinator aksi pertama(Korlap) Amiruddin, menyampaikan Kawasan hutan terbaik di Sumatera ini menjadi kawasan penghasil oksigen dunia yang dalam nya juga hidup flora dan fauna yang dilindungi.
“Apabila ekplorasi ini berjalan maka dikhawatirkan akan merusak lingkungan dan mematikan flora dan fauna yang ada,” ujarnya.
“Kita menolak tambang bukan bentuk penolakan terhadap investasi, diharapkan investasi yang masuk ke aceh mampu menjaga kondisi lingkungan untuk kehidupan kedepan nya,” tutupnya.
Koordinator aksi kedua, Mohan Dinata menyampaikan saat ini HMI menyuarakan di Jakarta itu sebagai sebagai penyambung lidah masyarakat.
“Karena kami tahu disinilah pusat pemerintahan yang harus mendengar keluh kesah masyarakat di daerah. “
“Jika aksi penolakan ini tidak ditanggapi oleh pihak terkait maka kami HMI Se Aceh akan melakukan aksi besar besaran di setiap daerah yang ada di Aceh dan akan menuju ke Kantor Gubernur Aceh,” kata Mohan Dinata Ketua Umum HMI Cabang Sigli yang baru saja selesai ikut Sekolah Pimpinan PB-HMI di Jakarta. [ ]










