ACEH BESAR – Ketua Life Guard Aceh, T. A .Bani Baet menyampaikan perkembangan wisata di Aceh dan Aceh Besar khususnya sudah mulai meningkat terlihat dari banyaknya pengunjung yg mendatangi lokasi wisata seperti di kawasan wisata pantai Lhoknga dan Leupeung.
Seiring dengan perkembangan pariwisata munculah para pelaku bisnis yang intinya ingin mendapat keuntungan dari pariwisata tapi tidak pernah terfikir tentang keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung wisata baik di darat maupun yang mandi di laut yang sudah sering sekali menelan korban hingga meninggal dunia, dan belum ada upaya dari pengelola wisata untuk menekan angka kecelakaan, sisi keamanan dan kenyamanan kerap dilupakan.
Bani mengatakan, hampir setiap bulan terjadi kecelakaan di daerah pesisir pantai. Karena itu, kata dia, anggota Persatuan Selancar Ombak Indonesia ini mendorong pembentukan tim Lifeguard yang bersiaga di kawasan ini.
“Sehingga saat kecelakaan terjadi, korban dapat segera mendapatkan pertolongan,” kata Bani,
Untuk dapat menjalankan program penyelamatan ini Bani berkoordinasi dan berdiskusi dengan beberapa pemangku kepentingan di kawasan Lhoknga, seperti PT Semen Bangun Andalas (SBA) , Basarnas, RAPI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pariwisata Aceh.
“Pada kesempatan ini kami berterimakasih kepada PT. SBA yang memberikan bantuan kepada Tim Life guard Aceh berupa peralatan pendukung penyelamatan di pantai,” ujarnya.
Para peselancar ombak, kata Bani, siap menjadi bagian dari tim pengamanan pantai. Selain memiliki kemampuan, mereka juga memiliki peralatan untuk membantuk korban kecelakaan saat berenang di laut.
“Sebagai langkah awal, kita membentuk tim yang berjaga di sejumlah titik di pantai rawan,” jelasnya.
Bani berharap tim ini tidak hanya bersiaga di pantai. Tim yang sama diharapkan terbentuk di kawasan danau, sungai, tebing dan gunung.
Saat ini, kata Bani, Life Guard Aceh hanya beranggotakan 12 orang. Berbagi tugas untuk memonitor kondisi, keadaan dan juga meliput kondisi. Mereka juga memberikan peringatan kepada pengunjung objek wisata laut terhadap ancaman badai dan ombak tinggi.







