Berkunjung ke Simeulue tak lengkap rasanya jika belum mencoba dua hal. Yang pertama adalah Memek. Sedangkan yang kedua adalah Nandong. Keduanya bagaikan mendengarkan syair puisi di bulan purnama.
Memek merupakan makanan khas salah satu kabupaten kota ini kini jadi primadona baru di nusantara. Bentuknya seperti bubur. Namun bau dan rasanya terasa lebih nikmat. Nama sedikit berkonotasi negative.
Namun saat dimakan, rasa pisang dan beras ketan gonseng (sangrai) lebih terasa. Aroma gurih sangit dari beras sangrai juga menusuk ke hidung.
Untuk membuat memek, berdasarkan informasi dari warga Simeulue, bahan yang harus disediakan yaitu beras ketan yang sudah digonseng, pisang sesuai selera, santan biasa tidak kental atau tidak encer, garam dan gula. Setelah semuanya siap, pisang selanjutnya ditumbuk kasar sehingga tekstur pisangnya masih ada dan kemudian dicampur dengan semua bahan tadi.
“Proses pembuatannya butuh waktu satu jam. Karena kita harus menggonseng beras terlebih dulu. Berasnya harus beras ketan,” ujar Safitrah, 35 tahun, warga Simeulue.
“Masyarakat Simeulue kerap membuat memek untuk disantap bersama keluarga. Resep makanan memek diwariskan secara turun temurun,” kata Asma, warga lainnya.
Memek baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2019.
Meski berkonotasi negative, makanan khas ini kini jadi primadona baru di nusantara. Bahkan, Chef Renatta Moeloek, di Twitter miliknya, mengaku ada makanan khas Indonesia yang belum pernah ia coba dan ia sangat penasaran ingin dicoba. Makanan tersebut adalah memek.
Cuitan Chef Renatta ini langsung membuat nama Memek jadi primadona baru di Nusantara.

Nah, kembali ke pembahasan, jika Memek adalah kuliner khas Simeulue, maka Nandong adalah seni khas kepulauan di sana.
Nandong adalah suatu seni nyanyi atau syair bertutur diiringi gendang tetabuhan dan biola yang ditampilkan semalam suntuk pada acara-acara tertentu dan istimewa.
Konon, dalam syair juga dijelaskan ciri-ciri gejala bencana alam, seperti guncangan gempa yang kuat, air laut yang tiba-tiba surut, dan gelombang besar yang melanda setelahnya.
Nandong pada masyarakat Simeulue adalah media mengungkapkan perasaan. Termasuk dalam seni tutur yang telah lama mengakar dalam kebudayaan Simeulue.
Sebagaimana yang perlu diketahui, Simeulue sendiri adalah salah satu kabupaten di Aceh. Daerah kepulauan ini berada kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat Aceh.
Kabupaten Simeulue berdiri tegar di Samudera Indonesia. Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak peningkatan status pada tahun 1996 dan peresmian pada tahun 1999.
Daerah kepulauan ini memiliki berbagai potensi wisata seperti Pantai Matanurung, Pantai Nancala, Batu Rundung, Pulau Teupah.
Kemudian Pantai Busung, Ganting, Pantai Pasir Tinggi, Alafan, Along. Selain itu, juga ada Pulau Siumat, Pulau Simanaha, Pulau Teupah, Pulau Batu Berlayar.
“Bisa dibayangkan, melihat panorama alam yang indah sambil menikmati memek yang menjadi khas daerah adalah hal yang langka. Kemudian ada syair-syair Nandong yang menyejukan jiwa. Semuanya hanya ada di Simelue,” kata Fajar, warga Simeulue.

Tulisan ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Pariwisata Aceh dengan atjehwatch.com dalam rangka promosi wisata di Aceh.










