Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Yoon Suk-Yeol, Anak Profesor yang Jadi Presiden Korea Selatan

Admin1 by Admin1
20/03/2022
in Internasional
0
Yoon Suk-Yeol, Anak Profesor yang Jadi Presiden Korea Selatan

REUTERS

Jakarta – Politikus dari Partai Rakyat Berkuasa (People Power Party), Yoon Suk-Yeol, memenangkan pemilu Presiden Korea Selatan. Hasil pemilu itu diumumkan pada Kamis pagi waktu setempat, 10 Maret 2022.

Yoon unggul tipis dari Lee Jae-myung, kandidat dari Partai Demokrat. Dari 99,8 persen suara yang dihitung, Yoon meraup 48,6 persen suara. Sementara, Lee mendapatkan 47,8 persen.

Melihat rekam jejaknya, karir Yoon di politik relatif terbilang belum lama. Dia mendeklarasikan diri ingin maju sebagai presiden Korea Selatan melalui jalur independen pada Juni 2021, setelah masa jabatannya sebagai jaksa agung berakhir pada Maret 2021.

Seperti dirangkum dari The Hankyoreh, kedua orang tua Yoon adalah profesor, yang bekerja sebagai tenaga pendidik. Dia diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Nasional Seoul dan lulus ujian pengacara pada 1991, setelah sembilan kali mencoba. Universitas Nasional Seoul adalah kampus paling favorite di Korea Selatan.

Dia memulai karirnya sebagai Jaksa Penuntut pada 1994 di Kantor Kejaksaan distrik Daegu. Delapan tahun kemudian, dia mengajukan pengunduran dirinya dan bekerja di sebuah firma hukum besar. Setahun kemudian, dia kembali bekerja sebagai Jaksa.

Dia kemudian ditugaskan ke posisi kunci sebagai Direktur divisi pertama Departemen Investigasi pusat (SPO) dan Kepala Departemen Investigasi khusus tingkat pertama, Kantor Kejaksaan distrik Pusat Seoul.

Pada bulan April 2013, tahun pertama kepresidenan Park Geun-hye, dia ditunjuk oleh Jaksa Agung Chae Dong-wook sebagai pemimpin tim investigasi khusus untuk kasus campur tangan National Intelligence Service (NIS).

Setelah kepergian Chae, Yoon melanjutkan kasus NIS karena keberatan dari pimpinan kejaksaan. Dia kemudian berbicara secara terbuka tentang tuntutan publik pada pentingnya penyelidikan, saat rapat parlemen Oktober 2013. Atas sikapnya itu dia dicap sebagai jaksa yang memiliki kemauan keras.

Yoon sempat disingkirkan dan turun pangkat ke Kantor Kejaksaan Tinggi karena hal sepele. Akan tetapi, di periode kepresidenan Park, dia bergabung lagi dengan tim jaksa khusus yang menyelidiki survei pengaruh pemerintah pada Desember 2016.

Di pemerintahan Presiden Moon Jae-in, dia mengambil peran terdepan dalam penyelidikan untuk membasmi kejahatan yang mengakar. Yoon lalu mendapat promosi jabatan untuk menjadi direktur Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul, dan kemudian Jaksa Agung.

Setelah menjadi orang nomor satu di Korea Selatan, Yoon mulai tahun depan berencana menghapuskan pajak masyarakat Korea Selatan dengan pendapatan 50 juta won dari hasil investasi saham. Dia juga berjanji akan membangun 2,5 juta tempat tinggal dalam tempo lima tahun ke depan demi menyediakan rumah yang terjangkau bagi masyarakat Korea Selatan.

Jika tidak ada aral melintang, Yoon akan dilantik sebagai Presiden Korea Selatan secara resmi pada Selasa, 10 Mei 2022.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

94,54 Persen Masyarakat Aceh Telah Divaksinasi Covid-19

Next Post

Penetapan Haris Azhar dan Fatia Mualida Sebagai Tersangka Dinilai Salah Sasaran

Next Post
Penetapan Haris Azhar dan Fatia Mualida Sebagai Tersangka Dinilai Salah Sasaran

Penetapan Haris Azhar dan Fatia Mualida Sebagai Tersangka Dinilai Salah Sasaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender

KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender

04/08/2026
Mahasiswa KPM Mandiri Bina Generasi Qurani di Burni Bius Baru

Mahasiswa KPM Mandiri Bina Generasi Qurani di Burni Bius Baru

04/08/2026
Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

04/08/2026
GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

04/08/2026
Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

04/08/2026

Terpopuler

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

02/08/2026

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com