Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Malala Yousafzai: Taliban Kali Ini Sulit Melarang Perempuan Bersekolah

Admin1 by Admin1
27/03/2022
in Internasional
0
Malala Yousafzai: Taliban Kali Ini Sulit Melarang Perempuan Bersekolah

Jakarta – Peraih Nobel Malala Yousafzai angkat bicara soal larangan Taliban terhadap pendidikan anak perempuan. Menurut dia, pengekangan itu tidak akan bertahan selamanya karena perempuan Afghanistan sekarang tahu apa artinya “diberdayakan”.

Kelompok bersenjata Taliban, yang sekarang berkuasa di Afghanistan, menutup sekolah menengah perempuan hanya beberapa jam setelah dibuka kembali minggu ini, memicu protes kecil oleh perempuan dan anak perempuan di ibu kota Kabul.

“Saya pikir jauh lebih mudah bagi Taliban [untuk menegakkan] larangan pendidikan anak perempuan pada tahun 1996,” Yousafzai, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2014 untuk perjuangannya untuk hak semua anak atas pendidikan, mengatakan kepada Forum Doha di Qatar, Sabtu, 26 Maret 2022.

“Kali ini jauh lebih sulit – karena perempuan telah melihat apa artinya dididik, apa artinya diberdayakan. Kali ini akan jauh lebih sulit bagi Taliban untuk mempertahankan larangan pendidikan anak perempuan. Larangan ini tidak akan bertahan selamanya.”

Taliban melarang anak perempuan bersekolah selama pemerintahannya di Afghanistan dari 1996 hingga 2001, ketika kelompok itu disingkirkan oleh invasi pimpinan AS.

Mereka kembali berkuasa saat pasukan AS mundur pada Agustus tahun lalu. Amerika Serikat mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya telah membatalkan pembicaraan yang direncanakan di Doha dengan Taliban setelah sekolah menengah untuk anak perempuan ditutup.

“Pada hari Selasa, kami bergabung dengan jutaan keluarga Afghanistan dalam mengungkapkan kekecewaan mendalam kami dengan keputusan Taliban untuk tidak mengizinkan perempuan dan anak perempuan kembali ke sekolah menengah,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

“Kami telah membatalkan beberapa keterlibatan kami, termasuk pertemuan yang direncanakan di Doha [ibukota Qatar] di sekitar Forum Doha, dan memperjelas bahwa kami melihat keputusan ini sebagai titik balik potensial dalam keterlibatan kami.”

Pada hari Sabtu, utusan khusus AS Thomas West mengatakan dia mengharapkan Taliban mengubah keputusannya “dalam beberapa hari mendatang”.

Yousafzai, yang selamat dari upaya pembunuhan Taliban Pakistan ketika dia berusia 15 tahun, mengatakan sekolah perempuan harus menjadi syarat pengakuan diplomatik bagi Taliban.

Larangan itu membuat anak perempuan di atas kelas enam tidak akan bisa bersekolah.

“Buka sekolah! Keadilan, keadilan!” teriak pengunjuk rasa pada hari Sabtu, beberapa membawa buku sekolah saat mereka berkumpul di alun-alun kota di Kabul.

Mereka memegang spanduk yang mengatakan “Pendidikan adalah hak fundamental kami, bukan rencana politik”, saat mereka berunjuk rasa sebelum bubar ketika tentara Taliban tiba di tempat kejadian.

Fawzia Koofi, mantan ketua Komisi Perempuan, Masyarakat Sipil dan Hak Asasi Manusia Afghanistan, mengatakan kepada forum Doha bahwa larangan ini pada dasarnya adalah genosida satu generasi.

“Bagaimana mungkin ada orang di dunia ini di abad ke-21… melarang anak perempuan dari pendidikan? Saya tidak berpikir seluruh dunia, terutama dunia Muslim, harus menerima,” katanya.

Sumber: tempo.co

Previous Post

Reshuffle Kabinet Jokowi, PDIP Sentil Menteri yang Ingin Maju di Pilpres 2024

Next Post

Besok, Megawati Buka Demo Masak Tanpa Minyak Goreng

Next Post
Megawati Resmikan Tiga Kantor PDI Perjuangan di Aceh

Besok, Megawati Buka Demo Masak Tanpa Minyak Goreng

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DTSEN Pidie Jaya Catat 52.866 KK, Sebanyak 3.284 KK Belum Punya Desil

DTSEN Pidie Jaya Catat 52.866 KK, Sebanyak 3.284 KK Belum Punya Desil

14/10/2026
Pemilik Teras Kupi Blangpidie Salurkan Zakat Lewat Lazismu Abdya

Pemilik Teras Kupi Blangpidie Salurkan Zakat Lewat Lazismu Abdya

14/10/2026
Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 2]

14/10/2026
Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah

Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah

14/10/2026
Polisi Periksa 126 Saksi Terkait Kasus Korupsi Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat

Polisi Periksa 126 Saksi Terkait Kasus Korupsi Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat

14/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Malala Yousafzai: Taliban Kali Ini Sulit Melarang Perempuan Bersekolah

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

Bupati Tembus Bappenas, SKPK Pidie Jaya Kembali Usulkan Revisi R3P

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com