BLANGPIDIE – Beberapa hari belakang ini, jumlah angka pasien meningkat di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Pukan (RSUDTP) Kabupaten Aceh Barat Daya. Hal tersebut membuat pasien harus menunggu waktu lama untuk dapat di rawat di ruang rawatan rumah sakit tersebut.
Amatan awak media ini, sejumlah ruangan perawatan yang ada di Rumah Sakit Teungku Peukan itu semua penuh (oper kapasitas) sehingga banyak pasien menunggu lama untuk dialihkan ke ruang inap.
“Ibu saya sudah dua hari terkatung-katung di IGD. Alasan perawat ruangan penuh. Alhamdulillah malam ini baru dialihkan oleh petugas ke kamar inap,” ucap Amran, salah seorang keluarga pasien, Kamis malam (19/05/2022).
Menanggapi hal tersebut, Sardiman Ketua Komisi A DPRK Abdya, mengaku sangat menyayangkan atas keluhan masyarakat, khususnya keluarga pasien atas pelayanan dan pasilitas yang kurang memadai di rumah sakit tipe B tersebut.
“Kami menyarankan kepada pihak rumah sakit dan unsur terkait, agar segera mencari solusi atas persoalan ini, sehingga kedepan tidak terjadi lagi hal seperti ini dan pelayanan publik di RSUDTP ini menjadi maksimal,” kata Sardiman.
Anggota DPRK dari Partai Aceh, yang akrab disapa Tengku Panyang itu juga mengharapkan kepada para tenaga kesehatan (Nakes) di rumah sakit kebanggaan Bumoe Breuh Sigupai tersebut, untuk lebih serius dalam menangani dan merawat pasien.
“Kemudian, Nakes jangan ada sikap pilih kasih dalam melayani dan merawat pasien, kita tau bahwa para tenaga medis merupakan pekerjaan mulia. InsyaAllah, jika ikhlas dan penuh dengan rasa kemanusiaan serta tanggungjawab dalam menangani pasien, akan menjadi amal ibadah,” sebut Sardiman.
Sementara itu, Direktur RSUDTP Abdya dr. Ismail Muhammad, SpB (Ismuha) saat dikonfirmasi awak media ini menyampaikan, jika kondisi rumah sakit yang terakreditasi Madya tersebut kualahan dalam menangani banyaknya jumlah pasien beberapa hari belakangan ini.
“Saat ini kita kewalahan di ruang atau kamar inap karena semua penuh, sehingga pasien yang baru datang harus mengantri dulu menunggu pasien yang telah dirawat keluar,” kata Ismail Muhammad.
Dikatakannya, RSUDTP untuk saat ini hanya memiliki sekitar 9 ruang rawat, seperti Rindu A, B dan seterusnya serta ruang rawat Anak.
“Kita saat ini membutuhkan penambahan bangunan untuk ruang inap, kemarin tahap pembebasan tanah untuk bangunan sudah tuntas. Kita bermohon pada pihak terkait untuk dapat membantu proses terwujudnya tambahan bangunan rumah sakit yang kita banggakan ini,” terang Ismuha tentang kondisi RSUDTP Abdya saat ini.
Reporter: Rusman










