Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Harga Minyak Dunia Naik jadi USD 117,61 per Barel karena Persediaan AS Menyusut

Admin1 by Admin1
03/06/2022
in Internasional
0

Jakarta – Harga minyak dunia pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB naik lebih dari 1 persen. Penguatan harga komoditas ini seiring penurunan persediaan minyak mentah AS di tengah lonjakan permintaan bahan bakar. Turunnya persediaan minyak tersebut mengabaikan kesepakatan OPEC+ untuk menggenjot produksi guna mengkompensasi penurunan produksi dari Rusia.

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik US$ 1,32 atau 1,1 persen menjadi US$ 117,61 per barel. Untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juli naik US$ 1,61 atau 1,4 persen menjadi US$ 116,87 per barel.

Sejumlah pengamat menilai kenaikan harga minyak di antaranya didorong oleh paket sanksi keenam Uni Eropa terhadap Rusia. Paket sanksi tersebut akan mencakup larangan segera atas kontrak asuransi baru untuk kapal yang membawa minyak Rusia dan penghentian kontrak yang ada selama enam bulan.

Data pemerintah menunjukkan bahwa penurunan stok minyak mentah dan bahan bakar AS pada pekan lalu terjadi karena permintaan terus melampaui pasokan. Walhasil, persediaan minyak mentah komersial berkurang bahkan ketika lebih banyak cadangan strategis memasuki pasar.

Penurunan stok minyak mentah AS mencapai 5,1 juta barel. Padahal sebelumnya para analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan penurunan stok hanya mencapai 1,3 juta barel.

Sebelumnya, pada Kamis pagi, harga minyak turun karena Arab Saudi dan negara-negara OPEC+ lainnya sepakat menggenjot produksi minyak untuk mengimbangi kehilangan produksi Rusia. Kesepakatan ini dicapai untuk meredakan lonjakan harga minyak dan inflasi serta memuluskan jalan bagi kunjungan pemecah kebekuan ke Riyadh oleh Presiden AS Joe Biden.

Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, setuju mengerek produksi sekitar 650.000 barel per hari dalam dua bulan ke depan dari 432.000 barel per hari saat ini.

Presiden Lipow Oil Associates di Houston, Andrew Lipow, menyatakan OPEC+ setuju menambah kuota produksi mereka sedikit lebih banyak dari yang diharapkan pasar. “Pada kenyataannya sangat sedikit untuk menambah pasokan tambahan karena OPEC+ sudah gagal memenuhi kuota yang ada lebih dari dua juta barel per hari,” tuturnya.

Ia mengungkapkan minyak sebagian besar lebih tinggi selama beberapa minggu karena ekspor Rusia telah ditekan oleh sanksi AS dan Uni Eropa terhadap Moskow atas invasinya pada 24 Februari ke Ukraina. “Tindakan yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus.”

Pasar, kata Lipow, juga mendapat dukungan dari kemunculan bertahap Cina dari lockdown yang lebih ketat akibat meluasnya Covid-19. Sementara produksi minyak dari Rusia telah turun sekitar satu juta barel per hari menyusul sanksi.

Sementara itu, salah satu sumber OPEC + yang mengetahui posisi Rusia mengatakan Moskow menyetujui produsen lain meningkatkan produksi untuk mengkompensasi produksinya yang lebih rendah, tetapi tidak harus menutupi semua kekurangan. Kremlin juga mengatakan dapat mengubah rute ekspor minyak untuk meminimalkan kerugian akibat sanksi Uni Eropa. Meski begitu, para analis tetap skeptis.

Analis Commerzbank, Carsten Fritsch, tak yakin sejumlah skenario itu bisa berhasil. “Oleh karena itu, produksi minyak Rusia kemungkinan akan turun lagi dalam beberapa bulan mendatang,” ucapnya sambil mempertanyakan kemampuan OPEC+ untuk menambah lebih banyak minyak dunia ke pasar.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Panwaslih Abdya Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi Pemilih Pemula

Next Post

Panitia Sebut Formula E Jakarta Melibatkan Seribuan Orang Asing

Next Post

Panitia Sebut Formula E Jakarta Melibatkan Seribuan Orang Asing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketua Fraksi NasDem DPRK Aceh Selatan Puji Semua Civitas MUQAS

Ketua Fraksi NasDem DPRK Aceh Selatan Puji Semua Civitas MUQAS

26/05/2026
Camat Peukan Bada Tinjau Pasar Daging Meugang, Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman

Camat Peukan Bada Tinjau Pasar Daging Meugang, Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman

26/05/2026
Nahkoda baru, Sifaima Hs Pimpin PMII Kota Lhokseumawe

Nahkoda baru, Sifaima Hs Pimpin PMII Kota Lhokseumawe

26/05/2026
Harlah ke-3 IPARI Aceh Selatan, Perkuat Dakwah Ekoteologi melalui Gerakan Peduli Lingkungan

Harlah ke-3 IPARI Aceh Selatan, Perkuat Dakwah Ekoteologi melalui Gerakan Peduli Lingkungan

26/05/2026
Ahmad Doli Usul Dana Otsus Aceh Diatur Lebih Tegas hingga Tingkat Kabupaten Kota

Ahmad Doli Usul Dana Otsus Aceh Diatur Lebih Tegas hingga Tingkat Kabupaten Kota

26/05/2026

Terpopuler

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

24/05/2026

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

Tidak Didukung Pemerintah Aceh, Seniman Gadai Kendaraan dan Emas Demi Tampil di Luar

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com