Pulo Aceh – Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Sabang (BPKS), Junaidi Ali, S.H.,S.T., M.T membuka acara Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) atau sosialisasi penyusunan dokumen tindak pengadaan tanah dan pemukiman kembali, yang merupakan kegiatan sosialisasi penyusunan dokumen tindak pengadaan tanah dan pemukiman kembali di Kantor UPT BPKS Pulo Aceh, Aceh Besar pada Rabu (20/7).
Acara tersebut dilaksanakan oleh Kedeputian Teknik Pengembangan dan Tata Ruang BPKS bersama tim leader atau ahli penilai publik dari PT. Surveyor Indonesia (SI).
Kepala BPKS Junaidi Ali, S.H.,S.T., M.T dalam sambutannya, berharap dukungan masyarakat dan para aparatur pemerintah setempat untuk terus mendukung BPKS dalam mewujudkan Pulo Aceh yang lebih maju.
“Sementara BPKS pun akan terus memaksimalkan pembangunan insfrastruktur pendukung sebagaiamana yang telah dilakukan selama ini, sehingga kebersamaan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pulo Aceh,” kata Junaidi.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Teknik Pengembangan dan Tata ruang, Azwar Husein menyebutkan, pengembangan kawasan Sabang khususnya pada pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan di Pulo Aceh setiap tahunnya terus ditingkatkan.
“Terutama pada infrastruktur jalan antar kawasan, gedung serba guna dan penginapan sebagai infrastruktur pendukung kunjungan wisata serta mengoptimalisasi konektivitas kapal roro serta kegiatan perikanan, sehingga BPKS bisa meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus peningkatan taraf sosial ekonomi masyarakat,” terangnya.
Dalam kunjunganya ke Pulo Aceh, Kepala BPKS beserta rombongan menggunakan KM. WT 1875 milik Dinas Perhubungan Aceh dan didampingi Deputi Teknik Pengembangan dan Tata ruang Azwar Husen, Deputi Komersil dan Investasi yang diwakili oleh Direktur Promosi dan kerjasama Maya Safira serta Kepala UPT Pulo Aceh Junaidi serta tim Humas dan Protokoler BPKS.
Sosialisasi itu juga dihadiri oleh Camat Pulo Aceh, Dan Ramil, Kapolsek para Imum Mukim, perangkat gampong, tokoh pemuda dan sejumlah masyarakat setempat.







