Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kisah Dona Destria; Perajin Kerawang Gayo dari Timang Gajah

Admin1 by Admin1
06/12/2022
in Ekonomi
0

Dona Destria, 27 tahun, jeli melihat peluang. Berawal dari penjahit baju biasa, Dona menciptakan produk  pakaian dan aksesori bermotif Kerawang Gayo yang modern dan disukai banyak orang.

Dona Destria memperhatikan satu per satu hasil bordiran bermotif khas Tanoh Gayo. Dia meraba benang yang disulam menggunakan mesin di atas kain hitam yang dipotong-potong sesuai pola sebelum dijadikan baju.

“Saya mempekerjakan beberapa orang. Tapi proses akhirnya tetap saya kontrol,” kata Dona Destria, pengusaha Kerawang Gayo, Minggu 4 Desember 2022.

Usaha ini dimulai Dona Destria sejak tahun 2015 lalu di kampung halamannya, Timang Gajah, Bener Meriah. Dia mempelajari teknik menjahit ini secara otodidak. Dona juga memantau perkembangan teknik pembuatan bordir di media sosial seperti Youtube dan Instagram.

Semakin dipelajari, Dona semakin kepincut untuk menekuni pembuatan Kerawang Gayo. Jika Kerawang Gayo dikenal dengan warna-warna yang mencolok seperti merah atau kuning, Dona mulai mencoba mengembangkan teknik pembuatan Kerawang Gayo dengan pilihan warna yang sederhana namun tetap memberikan kesan mewah.

Akhirnya, Dona mencoba memodifikasi produk untuk memenuhi selera pasar dengan membuat Kerawang Gayo melalui warna-warna yang lebih lembut. Hasilnya, cukup memuaskan. Disain Kerawang Gayo buatannya diminati banyak orang, mulai dari masyarakat biasa hingga pesohor.

“Banyak juga pejabat daerah yang memesan untuk dijadikan oleh-oleh saat berangkat ke Jakarta. Di Aceh, yang memesan juga banyak,” kata Dona. Dona tidak sendiri. Dia menyeleksi sejumlah orang untuk dipekerjakan membuat motif Kerawang Gayo. Seiring meningkatnya jumlah pesanan, Dona pun mengajukan pembiayaan ke Bank Aceh.

Setelah mengajukan permohonan dan memenuhi persyaratan, akhirnya ia memperoleh pembiayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menegah) Bank Aceh. Modal ini digunakan Dona untuk membeli mesin bordir dan kebutuhan lain penunjang usaha tersebut.

Dengan bantuan modal ini, Dona berkesempatan untuk mengembangkan produknya. Tidak sekadar membuat baju perempuan, klien Dona pun merambah para pria yang berminat menggunakan baju Kerawang Gayo dengan motif kekinian. Ada juga beberapa produk perlengkapan pakaian lain. Semuanya dengan ciri khas Kerawang Gayo.

Nasabah menjual produk kain baju motif Kerawang Gayo di dalam dan luar daerah. Untuk mendukung produksinya, Dona menambah areal produksi dan pamer. Dia juga menambah stok kain, benang, manik-manik, dan perlengkapan lain untuk memenuhi permintaan pelanggan. “Saya menggandeng kawan-kawan perajin Kerawang Gayo lain untuk memenuhi permintaan. Kami berbagi rezeki,” ucap Dona.

Membuat Kerawang Gayo membutuhkan ketelitian yang tinggi. Karena itu, Dona tidak memaksakan produksi. Dengan bantuan lima pekerja, Dona dapat membuat 15 pakaian dengan motif yang sederhana. Sementara bordiran satu baju penuh, diperlukan waktu sekitar satu hari.

Setiap pekerja, kata Dona, harus memastikan pola pakaian tidak berubah ukuran. Biasanya, sebut dia, pakaian bermotif Kerawang Gayo cenderung mengerut karena tertarik benang bordir dan hal ini membuat pakaian tidak lagi proporsional dan indah.

“Ada beberapa pelanggan yang meminta saya langsung yang mengerjakan pakaian mereka. Tapi saya pastikan, setiap produk dibuat sebaik-baiknya. Saya sangat memperhatikan hal ini,” imbunya.

Dona memberikan apresiasi kepada Bank Aceh atas dukungan–baik dukungan modal maupun pembinaan–dalam pengembangan usaha yang dijalaninya.

Dia berharap, bisnis itu dapat terus berkembang sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarkat dan aktivitas perekonomian di daerahnya. Bagi masyarakat yang ingin melihat karawang Dona dapat mengakaesnya di akun instagram  @dona_fashionb_mer atau dapat menghubungi langsung di Nomor 082279495902.

Previous Post

Anggota DPR-RI Irmawan Bangun Irigasi untuk 4 Gampong di Aceh Besar

Next Post

Bank Aceh Salurkan KUR Rp17,6 Miliar

Next Post

Bank Aceh Salurkan KUR Rp17,6 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

05/04/2026
Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

05/04/2026
Satgas PRR Aceh Terus Lakukan Pemutakhiran Data Korban Bencana

Satgas PRR Aceh Terus Lakukan Pemutakhiran Data Korban Bencana

05/04/2026
Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi di Aceh

Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi di Aceh

05/04/2026
Iran Buka Diplomasi Bilateral dengan Negara Tetangga, Ini Syaratnya

Iran Buka Diplomasi Bilateral dengan Negara Tetangga, Ini Syaratnya

05/04/2026

Terpopuler

Kisah Dona Destria; Perajin Kerawang Gayo dari Timang Gajah

06/12/2022

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com