Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Indahnya Ramadan di Aceh

Admin1 by Admin1
13/05/2023
in Pariwisata
0
Pemerintah Aceh Siapkan 9.770 Porsi Makanan di Maulid Raya

Ilustrasi. Tenaga pendidik dari Taman Kanak-Kanak (TK) membawa hidang pada kenduri maulid akbar Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Rabu (12/10/2022). Pemerintah Aceh Siapkan 9.770 Porsi Makanan di Maulid Raya

Kota yang tenang dan damai. Pemandangan alamnya eksotis serta masyarakatnya yang islami. Ramadan di Aceh meninggalkan kesan yang mendalam bagi para turis mancanegara.

Masyarakat Aceh dinilai ramah dan murah senyum. Saat Ramadan tiba, masjid (dalam bahasa Melayu disebut Surau-red) dipenuhi oleh warga untuk aktivitas ibadah. Baik siang Maupun malam. Kemudian berbagai kuliner yang enak juga dijualbelikan di tiap tikungan jalan.

Setidaknya hal inilah yang dirasakan oleh para turis asal Malaysia saat dijumpai oleh atjehwatch.com.

“Sangat menyenangkan. Saya ingin mengunjungi Aceh setiap Ramadan tiba setiap tahunnya,” ujar Syarifah Humaira, pelancong asal Kelantan, Malaysia.

Kelantan merupakan salah satu negara bagian dari 14 buah negera bagian di Malaysia yang kaya dengan sumber alam. Selain itu Malaysia juga memiliki toleransi yang kuat. Daerah ini mempunyai wilayah kurang 14.922 km², dan terletak di timur laut Semenanjung Malaysia, berhadapan dengan Laut China Selatan, dan berbatasan dengan Thailand.

Humaira berkunjung ke Aceh karena ada kerabatnya yang menikah dengan warga Aceh.

“Awalnya hanya sekedar melancong. Namun lama-lama betah. Daerah ini mirip dengan Kelantan. Namun nuansa Ramadan ini lebih terasa,” kata Humaira.

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi seluruh umat Islam di dunia. Kedatangan bulan ini merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu bagi muslim. Namun tak semua tempat meninggalkan kesan yang mendalam.

“Saya sudah mengunjungi sejumlah tempat di Indonesia. Namun Aceh itu terasa berbeda. Aceh special. Untuk momen-momen keagamaan, di daerah ini terasa lebih khitmad. Mungkin karena Aceh dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah,” kata Humaira lagi.

“Sekitar 5 tahun lalu pertama datang ke Aceh. Langsung jatuh cinta dengan daerah ini. Saudara yang disini juga setiap datang ke kampung (Kelantan-red) selalu promosikan Aceh. Jadi ingin selalu berkunjung ke Aceh,” ujar Humaira.

Namun, kata dia, sejak 2019, virus Covid-19 melandang seluruh dunia. Termasuk Kelantan dan juga Aceh. Humaira mengaku takut berpergian dan keluarganya juga tak mengizinkan.

“Namun tahun ini tak lagi. Jadi langsung berkunjung ke Aceh. Keluarga disini(Aceh-red) baik-baik semua. Ramadan sebulan penuh akan di Aceh,” ujar Humaira.

“Timpan, asoe kaya, dan Masjid Baiturrahman Banda Aceh,” kata gadis berpakaian gamis ala melayu ini.

Apa yang diungkapkan oleh Humaira sebenarnya bukanlah cerita lama. Selama ini Aceh memang kerap menjadi tujuan wisata dari para turis Asia, terutama Malaysia. Ini karena kultur Aceh dan Malaysia terbilang dekat.

Tak hanya Humaira sendiri, kali ini ia juga datang dengan beberapa teman lainnya dari Kelantan.

“Kami ada sekitar 4 orang. Semua masih saudara. Jadi selama Ramadan ini, kami juga Touring ke tempat wisata yang ada di Aceh. Mumpung sudah ada di Aceh, ya touring ke tempat menarik,” ujar Siti Aminah, turis asal Malaysia lainnya.

“Kalau sudah dengar lokasi wisata menarik. Pasti kami datangi. Ini yang promosinya, saudara disini,” kata dia lagi.

“Sabang sudah kemarin. Kita menghabiskan waktu hampir sepekan di sana. Lambhuk juga sudah. Mungkin selama Ramadan ini lebih ke salat Tarawih di Masjid Baiturrahman. Ini impian sejak datang ke Aceh,” kata Siti.

Tak hanya Malaysia, para turis asing dari Eropa lainnya juga mengaku mendapat perjalanan rohani tersendiri selama berada di Aceh.

“Masyarakat di sini ramah dan alamnya masih asri,” ujar Steven, salah seorang turis yang diwawancarai oleh atjehwatch.com, di Kepulauan Banyak Barat, Kabupaten Singkil.

Menurutnya, salah satu daya tarik Aceh adalah alamnya yang indah dan kultur masyarakat yang ramah dengan pendatang.

“Masyarakat di Aceh tergolong ramah. Asal tak menyinggung adat budaya setempat, sepertinya tak masalah,” ujar dia lagi.

Sebanyak 1,7 juta wisatawan nusantara dan mancanegara melancong ke Aceh sepanjang tahun 2022. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menargetkan jumlah turis yang bertamasya ke Tanah Rencong tahun ini 2,5 juta orang.

“100 event Khazanah Nanggroe dan 3 event karisma nusantara itu sudah terlaksana pada 2022 dan efeknya kita lihat 1,7 juta wisatawan mancanegara dan nusantara hadir di Aceh,” kata Kepala Disbudpar Aceh Almuniza Kamal kepada wartawan, Selasa 31 Januari 2023.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal S.STP, M.Si.

Untuk tahun ini, Disbudpar Aceh telah menyiapkan 100 event untuk menarik kunjungan wisatawan. Tiga di antara kegiatan itu masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yakni Aceh Culinary Festival, Ramadhan Festival dan Sabang Marine Festival.

Selain itu, katanya, tahun ini juga akan digelar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. Event empat tahunan itu ditargetkan dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai daera di Indonesia serta mancanegara.

“Paling menarik itu adalah PKA yang ke-8. PKA dan tiga event yang masuk KEN kita yakin bahwa 2,5 juta wisatawan mancanegara dan nusantara akan hadir di Aceh,” jelas Almuniza.

Menurutnya, dari 2,5 juta itu pihaknya menargetkan jumlah kunjungan turis mancanegara sebanyak 500 ribu orang. Berbagai atraksi wisata akan disuguhkan ke pelancong yang melancong ke Tanah Rencong.

“InsyaAllah bisa kita capai targetnya. Mudah-mudahan harapan dan target wisatawan 2,5 juta bisa kita raih dipenghujung tahun 2023,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah turis yang berkunjung ke Aceh pada Januari mencapai 2.257 orang. Kemudian pada Februari mencapai 2. 034 dan Maret mencapai 1.903 orang.

Jumlah ini bisa dimaklumi mengingat baru dibukanya jalur internasional pasca wabah Covid yang melanda seluruh dunia.

Disbudpar Aceh juga mendukung fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tentang wisata halal dalam perspektif syariat Islam. Brand wisata halal disebut menjadi daya tarik turis melancong ke Tanah Rencong.

“Disbudpar Aceh pasti akan mendukung setiap taushiyah maupun fatwa yang dikeluarkan oleh MPU Aceh. Hal ini mengingat peran ulama dalam membangun wisata halal Aceh sangat kita butuhkan untuk mewujudkan industri pariwisata halal kelas dunia,” kata Almuniza Kamal.

Dia mengatakan, untuk menyelenggarakan sektor pariwisata halal telah disusun qanun tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Aceh (RIPKA) Tahun 2022-2037. Disbudpar bakal terus membangun industri pariwisata yang bercirikan budaya Aceh serta menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.

Disbudpar Aceh juga bakal mensosialisasikan penyelenggaraan pariwisata halal dengan menggandeng semua pihak. Sosialisasi itu antara lain terkait jaminan produk halal, serta meningkatkan fasilitas publik yang diperlukan seperti toilet, musala dan sarana lainnya.

“Penerapan syariat Islam di Aceh menjadi kebanggaan dan landasan utama dalam pengembangan brand wisata halal di Aceh. Karena itu wisata halal menjadi andalan untuk menghadirkan daya tarik para wisatawan untuk datang ke Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, brand wisata halal menjadi ujung tombak dan strategi terbaik untuk mempromosikan pariwisata Aceh. Hal itu dinilai mampu menjadi daya tarik untuk mengait turis menikmati keindahan Tanah Rencong.

“Tentunya tetap dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah di setiap destinasi wisata di Aceh,” sebut mantan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta ini.

Sebelumnya, MPU Aceh mengeluarkan fatwa terkait wisata halal dalam perspektif syariat Islam. Turis yang berwisata di Tanah Rencong diimbau mengikuti aturan syariat Islam.

“Kita berharap melalui fatwa ini ada implementasi lebih lanjut dari pihak terkait sehingga seluruh hal-hal yang terkait pengembangan wisata itu semuanya harus halal,” kata Ketua MPU Aceh Teungku Faisal Ali dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (21/7).

Fatwa itu diputuskan dalam sidang paripurna V Tahun 2022 yang digelar di Aula MPU Aceh, Rabu (20/7) kemarin. Ada sejumlah poin yang tercantum dalam fatwa tersebut antara lain dijelaskan maksud wisata halal.

Dalam fatwa disebutkan wisata halal merupakan wisata yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam yang mencakup wisatawan, objek dan pelaku usaha. Wisatawan diharapkan mengikuti aturan-aturan yang berada di suatu daerah dan aturan syariat Islam.

Teungku Faisal menjelaskan, fatwa itu dikeluarkan setelah MPU Aceh menimbang saat ini wacana wisata halal sudah mulai berkembang dan diterapkan di berbagai belahan dunia termasuk Aceh. Dia menilai, pelaksanaan wisata halal di Tanah Rencong belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariat Islam.

“Kita tidak ingin melihat bahwa ada tempat destinasi wisata baik lokal maupun non-lokal, ada hal-hal yang tidak tepat dalam konteks syariah. Misalnya tidak ada pemberitahuan waktu sholat, tidak ada mushola, tidak ada MCK yang layak, tidak ada sertifikasi halal bagi kuliner, terjadinya ikhtilat (bercumbu) baik ditempat pemandian dan sebagainya,” jelas Faisal.

Tulisan ini merupakan hasil kerjasama atjehwatch.com dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam rangka promosi wisata islami di Aceh.

Foto liputan6.com
Tags: Disbudpar Acehpariwisata aceh
Previous Post

Ramadhan dan Idul Fitri Perdana di Tanah Mesir

Next Post

Ikon Wisata Islami Itu Bernama Baiturrahman

Next Post

Ikon Wisata Islami Itu Bernama Baiturrahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemuda Muhammadiyah Gelar Halal Bihalal Bersama AMM Aceh

Pemuda Muhammadiyah Gelar Halal Bihalal Bersama AMM Aceh

12/04/2026
Polres Aceh Barat Amankan Sejumlah Remaja dan Kendaraan Tanpa Dokumen

Polres Aceh Barat Amankan Sejumlah Remaja dan Kendaraan Tanpa Dokumen

12/04/2026
15 Siswa Terbaik Banda Aceh Ikuti Program IKON Sampoerna

15 Siswa Terbaik Banda Aceh Ikuti Program IKON Sampoerna

12/04/2026
22 Murid SMAN 2 Idi Aceh Timur Melaksanakan Sidang KTI

22 Murid SMAN 2 Idi Aceh Timur Melaksanakan Sidang KTI

12/04/2026
Haikal, Murid SMA Unggul Cut Nyak Dhien Langsa Berangkat ke Polandia

Haikal, Murid SMA Unggul Cut Nyak Dhien Langsa Berangkat ke Polandia

12/04/2026

Terpopuler

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

09/04/2026

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

Negara Tak Boleh Tutup Mata: Warga Kuala Kepeung Tuntut Pengembalian Tanah dari HGU PT ASN

Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Pemuda Muhammadiyah Gelar Halal Bihalal Bersama AMM Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com