MEUREUDU – Momen memperingati Hari Ulang Tahun Pidie Jaya yang ke 16 tahun, menjadi momen para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Masyarakat dan UKM untuk memamerkan usahanya selama Pekan Kebudayaan Pidie Jaya itu berlangsung, di mulai dari, Jum’at 16 Juni sampai selesai.
Masyarakat begitu antusias dengan gelaran PKPJ menyambut hari jadi Kabupaten Pidie Jaya ke 16 Tahun itu lantaran ada di sediakan Stand oleh Panitia untuk 222 Gampong yang ada di seantero Pidie Jaya, itu menjadi kesempatan ajang pelaku UMKM dan UKM untuk dijadikan tempat promosi produk asli dari 222 Gampong yang ada di 8 kecamatan di kabupaten Pidie Jaya, secara bervariasi.
Sejak Berdirinya kabupaten Pidie Jaya 16 Tahun yang lalu, dari masa ke masa berhasil memproduksi Usaha mikro masyarakat step by step, tercatat dari sejak Bupati pertama Pak Salman berhasil mempromosikan Adee Kak Nah, sebagai kue khas jajanannya Pidie Jaya.
Kemudian Pulot Ijo masa Gade Salam Bupati.
Di masa Aiyub Abbas banyak sekali produk UMKM dan UKM masyarakat Pidie Jaya bertumbuh kembang mulai dari salak pliek U, hingga martabak Kepiting khas Pangwa, kemudian ada Produk UMKM sebanyak 1069 produk terdata di Disperindagkop Pidie Jaya
Tidak berhenti di situ, Diperindagkop Pidie Jaya berhasil melakukan Pasar Murah di setiap tahunnya tercatat 3 kali dalam satu tahun, itu dilakukan sejak Periode kedua Aiyub Abbas dan Said Muliyadi memimpin Pidie Jaya sesuai visi dan misinya yang menyentuh masyarakat dengan sembako murah di Pasar Murah yang dilakukan oleh Disperindagkop Kabupaten Pidie Jaya, itu juga dilakukan di arena PKPJ Pidie Jaya, Disperindagkop membuat pasar murah, Senin (19/6) dengan antusias masyarakat memadati mengunjungi pasar murah tersebut.
Data Disperindagkop Pidie Jaya, UMKM Pidie Jaya Terus tumbuh Pertahun meningkatkan 5% di setiap tahunnya, ini menjadi catatan Pidie Jaya kabupaten baru 16 Tahun tapi terus meningkatkan perekonomian masyarakatnya.
Dalam pada itu, di Arena PKPJ banyak Keberhasilan Pembangun Pidie Jaya dipamerkan, mulai dari inprasuktur selama Aiyub Abbas dan Said Muliyadi selama dua periode ini dalam satu tahun terhir ini mampu menurun angka kemiskinan ekstrim 2,89 %, itu berdasarkan data BPS.
Walaupun angka kemiskinan ekstrim tergolong besar, tetapi penurunannya juga terbesar di Aceh.
”Pencapaian Pidie Jaya ini cukup membanggakan. Dalam kurun waktu satu tahun, Pidie Jaya mampu secara signifikan menekan angka kemiskinan ekstrim. Kita berharap, pada tahun 2024, kemiskinan ekstrim Pidie Jaya menjadi 0 persen,” kata Achmad Marzuki, melalui Mawardi dalam sambutannya saat pembukaan PKPJ.
Menurut Pj Gubernur Aceh, Aiyub Abbas dan Said Mulyadi, mampu menekan angka kemiskinan ekstrim yang sebesar 2,89 dalam kurun waktu satu tahun. Di mana menurut data BPS, angka kemiskinan ekstrim Pidie Jaya pada tahun 2021 sebesar 7,26 persen dan pada 2022 menjadi 4,37 persen.
“Pidie Jaya mampu secara signifikan menekan angka kemiskinan yang ekstrim. Kita berharap, pada tahun 2024, kemiskinan ekstrim Pidie Jaya menjadi 0 persen,” kata Achmad Marzuki sebagaimana disampaikan Mawardi dalam sambutannya.[Mul]










