BLANGPIDIE – Karena aktifitas kilang padi Laris yang berada di Gampong Alue Manggota Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya, lingkungan sekitar tercemar.
Bagaimana tidak, kilang padi yang mempunyai kapasitas pengilingan lumayan tinggi tersebut berada di tengah permukiman warga. Tak perlu diragukan lagi jika saat beroperasi kilang tersebut terjadi dampak pencemaran udara dan tentunya sangat mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.
Mahmud, salah seorang warga sekitar pada awak media ini menyebutkan, jika keberadaan dan beroperasinya kilang padi itu sangat membuat keadaan tidak nyaman karena adanya abu dan debuh dari proses penggilingan gabah.
“Debu kilang padi Laris beterbangan sampai kesetiap sisi rumah, baik kedalam sumur, ruang utama hingga kamar tempat tidur apalagi diperkarangan terbuka. Bukan hanya kami, banyak warga juga merasakan apa yang kami rasa,” terang Mahmud.
Mahmud juga menjelaskan, hal tersebut bukan hanya saat ini saja dirasakan, bahkan hampir puluhan tahun lamanya. Meskipun pernah dilakukan pemberhentian aktivitas oleh pemerintah setempat pada tahun 2013 yang lalu. Namun kilang tersebut saat ini juga timbul dengan permasalahan yang sama juga.
“Kami meminta dengan akal yang sehat dan penuh rasa kekeluargaan kepada pihak atau pemilik kilang padi Laris untuk dapat sama-sama mencari solusi dari persoalan ini. Pihak Laris tidak rugi, kami juga tidak terkena imbas dari pencemaran udara tersebut,” asanya dengan nada sopan.
Sementara itu, Lisman Lizam pemilik kilang padi Laris saat ditemui awak media ini di kilangnya itu menyampaikan jika pihaknya sedang mencari solusi dari pesoalan polusi udara karena aktivitas kilangnya itu.
“Sesuai dengen keinginan warga, kita juga sedang mencari jalan keluar dari masalah ini,” kata Lisman.
Ia menjelaskan, jika dirinya sudah meminta maaf kepada warga sekitar yang mendatangi kilangnya saat sedang beroperasi.
“Kemarin ada beberapa orang warga yang datang dan menegur, saya juga telah meminta maaf atas ketidak nyamanan mereka karena keberadaan kilang padi kami ditengah permukiman warga,” ucap Lisman.
Ia pun berjanji akan memasang sarnet diatas beton pagar saya telah didirikan sepanjang 5 meter.
“Nanti kita akan memasang sarnet untuk mencegah debu keluar dan mengenai lingkungan warga sekitar. Jika pagarnya disambung, kita takutkan akan jatuh dan tertimpa warga. mohon bantuan kami untuk sama-sama mencari solusi masalah ini, jika memang tak ada solisi lain terpaksa nanti kita akan ganti rugi tanah dan rumah warga sekitar yang terkena imbas,” ungkap Laris. (Rusman)










