Banda Aceh—Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (LPPM USK) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk bimbingan memproduksi karya jurnalistik bagi masyarakat Gampông Peurada dan Gampông Pineung. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Sabtu (26 dan 29 Juli 2023) di Ruang Teleconference FKIP USK.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi pengabdian kepada masyarakat dosen FKIP USK, yaitu Herman R, Budi Arianto, dan Denni Iskandar. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Harian Serambi Indonesia itu dibuka oleh Sekretaris LPPM USK, Dr. Sulastri, M.Si.
Menurut Sulastri, kegiatan tersebut sejatinya dibuka oleh Ketua LPPM USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, M.Tech. Namun, karena Ketua LPPM ada pertemuan penting bersama Rektor USK, kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris LPPM.
“Karena Prof. Taufik tiba-tiba ada pertemuan bersama Pak Rektor USk dengan tim UC-Davis USA, sebagai sekretaris LPPM, saya diminta mewakili beliau membuka acara ini,” ujar Sulastri.
Dalam sambutannya, Sulastri memaparkan, LPPM USK menyediakan dana puluhan miliar rupiah setiap tahun untuk setiap dosen yang melaksanakan penelitian dan pengabdian.
“Jumlah pengusul pengabdian tahun 2023 sebanyak 212. Jumlah yang lolos didanai 75 proposal, termasuk usulan Pak Herman dan tim,” kata Dosen Jurusan Pendidikan Kimia itu.
Geuchik Gampông Peurada, Marzuki, mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Ia berharap semua peserta dapat mengikuti bimtek jurnalistik tersebut dengan maksimal sehingga sangat bermanfaat bagi gampông, terutama dalam menghidupkan website gampông.
Hal yang sama disampaikan oleh Plt. Geuchik Gampông Pineung, Arfil. Ia mengaku sudah lama menginginkan adanya kegiatan bimbingan teknis menulis, terutama menulis karya jurnalistik.
“Ada banyak sekali kegiatan di gampông tidak terpublikasi secara luas. Makanya, kami menyambut baik kegiatan ini. Kami berharap, kelak di tahun-tahun berikutnya, kami dari gampông yang akan mengajak dosen USK membimbing kami secara kontinyu,” kata Arfil.
Narasumber kegiatan bimtek tersebut Asisten Manajer Produksi (Asmanprod) Harian Serambi Indonesia, Yocerizal, menyampaikan pentingnya setiap warga gampông menulis, mendokumentasikan apa saja dalam bentuk tulisan apa pun.
“Jurnalis terkadang terbatas ruang gerak dan waktu. Jika tidak dibantu oleh warga gampông untuk menulis, entah itu menulis rilis, jurnalisme warga, feature, laporan perjalanan, atau lainnya, mana mungkin khalayak tahu apa saja yang sudah dilakukan di gampông-gampông. Silakan tulis semuanya dan kirim ke media,” ujar Yocerizal.[]










